| dc.contributor.advisor | Indriana, Hana | |
| dc.contributor.author | Puspita, Rahmahanani | |
| dc.date.accessioned | 2024-07-10T04:50:43Z | |
| dc.date.available | 2024-07-10T04:50:43Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153396 | |
| dc.description.abstract | Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu Kampung Batik tertua di Indonesia dan merupakan kawasan wisata terpadu. Tidak hanya fokus kepada perdagangan batik saja, tetapi juga edukasi batik, wisata sejarah, dan kuliner khas daerah. Kampung Batik Laweyan merupakan manifestasi perekonomian yang inklusif bagi masyarakat. Kegiatan masyarakat Kampung Batik Laweyan memanfaatkan potensi ekonomi lokal dengan tujuan untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengembangan ekonomi lokal dengan tingkat kemandirian masyarakat di Kampung Batik Laweyan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang didukung pendekatan kualitatif dengan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengembangan ekonomi lokal dengan tingkat kemandirian masyarakat. Semakin tinggi nilai pengembangan ekonomi lokal maka semakin tinggi pula nilai kemandirian masyarakat. | |
| dc.description.abstract | Kampung Batik Laweyan is one of the oldest batik villages in Indonesia and is an integrated tourism area. It not only focuses on batik trading, but also batik education, historical tourism, and regional culinary specialties. Kampung Batik Laweyan is a manifestation of an inclusive economy for the community. The activities of the Kampung Batik Laweyan community utilize local economic potential with the aim of community self-reliance and welfare. The purpose of this research is to analyze the correlation between the level of local economic development and the level of community self-reliance in Kampung Batik Laweyan. The method used is a quantitative approach supported by a qualitative approach with questionnaires and in-depth interviews. The results showed a correlation between the level of local economic development and the level of community independence. The higher the value of local economic development, the higher the value of community self-reliance. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Hubungan Tingkat Pengembangan Ekonomi Lokal dengan Tingkat Kemandirian Masyarakat (Kasus: Kampung Batik Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah) | id |
| dc.title.alternative | The Correlation between the Level of Local Economic Development and the Level of Community Self-Reliance (Case: Kampung Batik Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah) | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | pengembangan ekonomi lokal | id |
| dc.subject.keyword | kemandirian masyarakat | id |
| dc.subject.keyword | kampung batik | id |