Show simple item record

dc.contributor.advisorMeryandini, Anja
dc.contributor.advisorWidyastuti, Yantyati
dc.contributor.authorAzizah, Malikah
dc.date.accessioned2024-07-03T14:21:18Z
dc.date.available2024-07-03T14:21:18Z
dc.date.issued2024-07
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153143
dc.description.abstractJagung manis mengandung beragam nutrisi dan diminati masyarakat di Indonesia, sehingga limbah tanaman jagung manis pasca panen berupa jerami yang dihasilkan melimpah. Jerami jagung manis berpotensi dijadikan alternatif bahan pakan ternak dengan kadar serat, water soluble carbohydrate (WSC) dan protein kasar yang tinggi. Penyimpanan jerami dapat bermasalah akibat cuaca yang tidak menentu, sehingga ketersediaan dan nutrisinya untuk pakan menjadi menurun. Silase sebagai salah satu metode pengawetan hijauan yang memanfaatkan aktivitas bakteri asam laktat (BAL) dapat dilakukan. BAL asal fermentasi spontan kakao memiliki aktivitas fermentasi terhadap kakao dan menghasilkan antifungi, namun kemampuannya terhadap jerami jagung manis belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi BAL asal fermentasi kakao sebagai inokulum dalam pembuatan silase, mengkarakterisasi silase yang dihasilkan dan mengindetifikasi isolat potensial. Penelitian dimulai dengan mengonfirmasi kemurnian 9 isolat BAL asal fermentasi kakao berdasarkan kemampuannya menghasilkan asam, karakteristik makroskopis, mikroskopis dan uji katalase. Isolat yang terkonfirmasi sebagai BAL diseleksi berdasarkan kemampuan pertumbuhannya dalam menggunakan jerami jagung manis sebagai sumber karbon utama yang dilihat total koloni, penurunan pH, produksi asam laktat serta kadar WSC. Nilai tertinggi pada hasil seleksi merupakan isolat potensial yang akan dijadikan inokulum dalam pembuatan silase jerami jagung manis. Potensi isolat dikarakterisasi berdasarakan kualitas fisik, analisis kimia (nutrisi) dan kemampuan fermentatif silase jerami jagung manis varietas Hawaii. Isolat potensial selanjutnya diidentifikasi molekuler dengan analisis 16S rRNA untuk melihat tingkat kekerabatan terdekat dan genusnya. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat terkonfirmasi sebagai BAL, dimana isolat yang menunjukkan potensi tertinggi dalam menggunakan media jerami jagung manis sebagai sumber karbon adalah H0.13 dan H2.34. Kedua isolat potensial menghasilkan asam laktat yang tinggi (0,42 mg/L; 0,41 mg/L) dan WSC yang rendah (1,93%; 3,58%) dijadikan sebagai inokulum untuk membuat silase. Silase berhasil dibuat dengan kualitas fisik yang baik pada seluruh perlakuan (kontrol dan isolat potensial), yaitu tekstur kurang halus hingga agak halus, berwarna hijau kekuningan dan adanya sedikit pertumbuhan cendawan pada perlakuan inokulasi BAL. Kualitas nutrisi silase terbaik ditunjukkan oleh perlakuan H2.34 dengan kadar bahan kering (46,16%) dan protein kasar (6,00%) yang tinggi, sedangkan berdasarkan produksi fermentatifnya terdapat pada perlakuan H0.13 dengan kadar pH rendah (3,95), produksi asam laktat (2,17 mg/L) tinggi dan rendah kadar asam butirat (0,01 mM). Berdasarkan analisis 16S rRNA H0.13 dan H2.34 tergolong genus Lactiplantibacillus dengan similaritas >99% terhadap Lactiplantibacillus plantarum. Pohon filogenetik menunjukkan bahwa H0.13 memiliki tingkat kekerabatan terdekat dengan nilai bootstrap 32% pada Lactiplantibacillus plantarum strain JCM 1149.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSeleksi Bakteri Asam Laktat sebagai Inokulum pada Pembuatan Silase Jerami Jagung Manisid
dc.title.alternativeLactic Acid Bacteria Selection as Inoculum in Producing Sweet Corn Silagesid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordjerami jagungid
dc.subject.keywordkualitas silaseid
dc.subject.keywordLactiplantibacillus plantarumid
dc.subject.keywordcorn strawid
dc.subject.keywordsilage qualityid
dc.subject.keywordLactiplantibacillus plantarumid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record