Penggunaan Pelapisan Kitosan dan Penyimpanan Dingin untuk Mempertahankan Mutu Tomat Ceri (Lycopersicum esculentum var. cerasiforme)
Abstract
Tomat ceri mudah mengalami penurunan mutu selama penyimpanan. Teknologi penanganan pascapanen yang tepat diperlukan guna mempertahankan mutu tomat ceri. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pelapisan kitosan dan suhu penyimpanan terhadap mutu tomat ceri serta menentukan konsentrasi pelapisan kitosan dan suhu penyimpanan yang terbaik untuk mempertahankan mutu tomat ceri. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tomat ceri varietas Fortesta yang diperoleh dari Lima Sukses Utama Farm, Kabupaten Bogor. Pelapisan menggunakan kitosan dengan bahan tambahan berupa akuades dan asam asetat. Tomat ceri dicelupkan pada larutan kitosan dengan konsentrasi 1% dan 2% dan sebagai kontrol adalah tomat ceri tanpa pelapisan. Masing-masing kelompok tomat ceri kemudian disimpan pada suhu 15 °C dan 25 °C. Parameter yang diamati selama penyimpanan adalah laju respirasi, susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, uji organoleptik (kesegaran, warna, dan aroma) pada tomat ceri. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu pelapisan kitosan (1%, 2%, dan kontrol) dan suhu penyimpanan (15 °C dan 25 °C). Data diolah menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan kitosan berpengaruh terhadap laju respirasi, susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, dan uji organoleptik. Suhu penyimpanan berpengaruh terhadap laju respirasi, susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, dan uji organoleptik. Pelapisan dengan konsentrasi kitosan 2% dan suhu penyimpanan 15 °C merupakan perlakuan terbaik yang mampu menekan laju respirasi, susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, dan secara organoleptik masih diterima panelis pada hari penyimpanan ke-21. Sedangkan pada kontrol hanya bertahan pada hari penyimpanan ke-15. Cherry tomatoes are prone to quality deterioration during storage. Proper post-harvest handling technology is needed to maintain the quality of cherry tomatoes. This research aims to examine the effect of chitosan coating and storage temperature on the quality of cherry tomatoes and determine the optimal chitosan coating concentration and storage temperature to maintain the quality of cherry tomatoes. The materials used in this research were Fortesta variety cherry tomatoes obtained from Lima Sukses Utama Farm, Bogor Regency. Coating using chitosan with additional materials of distilled water and acetic acid. Cherry tomatoes were dipped in chitosan solution with concentrations of 1% and 2%, and the control was cherry tomatoes without coating. Each group of cherry tomatoes was then stored at temperatures of 15 °C and 25 °C. Parameters observed during storage were respiration rate, weight loss, firmness, total soluble solids, and organoleptic tests (freshness, color, and aroma) of cherry tomatoes. The experimental design used was a factorial completely randomized design with two factors, namely chitosan coating (1%, 2%, and control) and storage temperature (15 °C and 25 °C). Data were analyzed using analysis of variance (Anova) and Duncan's multiple range test. The results showed that chitosan coating affects the respiration rate, weight loss, firmness, total soluble solids, and organoleptic tests. Storage temperature affects respiration rate, weight loss, firmness, total soluble solids, and organoleptic tests. Coating with 2% chitosan concentration and storage temperature of 15 °C were the best treatments that were able to suppress respiration rate, weight loss, firmness, total soluble solids, and were still acceptable organoleptically by panelists on the 21st day of storage. In contrast, the control only lasted until the 15th day of storage.
