| dc.description.abstract | Irigasi tetes mempunyai peranan penting dalam usaha me ningkatkan produksi tanaman hortikultura, terutama untuk ta- naman hortikultura yang mempunyai nilai komoditi yang cukup tinggi seperti tanaman melon. Adapun tujuan dari irigasi te- tes ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air pada waktu dan jumlah yang tepat bagi pertumbuhan tanaman, mengalirkan larutan hara sebagai unsur makanan bagi tanaman, menjaga kepekatan larutan dan derajat keasamannya.
Tujuan dari masalah khusus ini adalah untuk menghitung kebutuhan air tanaman aktual untuk analisis Kc (koefisien tanaman) setiap periode tumbuh, menghitung perencanaan teknis sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman. horti- kultura khususnya tanaman melon (Cucumis melo L) dalam istem pembudidayaan secara hidroponik.
Kondisi kapasitas lang (pF=2,54) tercapai pada kadar air 5,9% volume dan kondisi titik layu permanen (pF=4,2) pada kadar ir 4,7% volume. Tanah pasir pada percobaan ini mempu nyai nilai bulk density 1,53 gram/cm³ dan permeabilitas sebesar 2,77 cm/menit.
Hasil kalibrasi gypsum menunjukkan bahwa alat cukup sensitif untuk selang kadar air antara 4,5% 28,2% volume dengan persamaan adalah Y-1330, 1875 + 27,0450802X 0,15522565X2 + 0,00027384X3 (r = 0,9992).
Secara berturut-turut kebutuhan air meningkat dimulai dari periode vegetatif (Kc=0,81), dan diikuti oleh periode pembungaan (Kc=0,97) serta puncaknya terjadi pada periode pembentukan buah (Kc=1,16). Pada periode pematangan buah melon (Ke=0,85) kebutuhan airnyan akan menurun kembali. Pada pembentukan buah tanaman melon membutuhkan air terba- nyak, hal ini dapat dimengerti, karena buah melon termasuk buah yang mengandung banyak air…dst | id |