View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pembinaan hutan di HTI-Trans PT Nusa Wana Raya Pekanbaru, Riau

      Thumbnail
      View/Open
      full text (11.75Mb)
      Date
      1999
      Author
      Wijaya, Muhamad Ali
      Rachmatsjah, Oemijati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemanfaatan sumberdaya alam untuk tujuan pembangunan merupakan bentuk campur tangan manusia terhadap sumberdaya alam, yang akan berdampak terhadap keseimbangan ekosistem alam tersebut. Magang yang saat ini diambil adalah pembinaan hutan dengan kegiatan di dalamnya adalah pengadaan bibit, penanaman, dan pemeliharaan hutan dengan penekanan pada aspek perlindungan hutan. Pengadan bibit merupakan kegiatan yang meliputi pembangunan persemaian, bedeng sapih, penentuan luas area, pemancangan batas persemaian, pengadaan sarana dan prasarana, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pengadaan bibit. Jenis pesemaian yang dibangun oleh perusahaan ada dua jenis yaitu persemaian permanen dan non permanen. Pengadaan bibit Mangium membutuhkan waktu dua bulan, yaitu satu bulan di area ternaungi dan satu bulan di area terbuka. Penggunaan transplanting contaner potrays diganti dengan papan kotak atas pertimbangan efisiensi. Pada saat sepeti ini harga potrays per satuan semakin mahal, harga yang semula Rp.8000,-sekarang telah mencapai Rp.30.000,-/frame. Biaya pembuatan kotak papan yang diupahkan kepada karyawan adalah Rp.500,-/kotak. Bahan baku seperti paku dan papan lot ukuran ½" x 2" berharga Rp.3500,- untuk satu kotak. Kapasitas bibit per frame adalah 45 bibit. Ini masih jauh bila dibandingkan dengan kotak yaitu 100 bibit dengan diameter polybeg 6 cm (luas kotak yang dibuat adalah 60 x 60 cm). Umur pemakaian potrays dan kotak rata-rata hampir sama yaitu 3 sampai 4 kali pemakaian. Pengadaaan bibit karet menggunakan bibit yang berasal dari biji dan okulasi. Biji karet langsung ditanam pada polybeg yang telah disiapkan. Setelah tiga minggu bibit sudah bisa ditanam di lapangan. Klon karet yang digunakan untuk okulasi adalalı AVROS 2037 dan PB 260. Klon ini memiliki karakteristik bentuk batang silindris produksi lateks yang tinggi dan perakaran yang banyak.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152031
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository