Rancangan Agribisnis Budidaya Melon (Cucumis melo L.) pada Greenhouse Menggunakan Life Cycle Assessment
Abstract
Melon memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan kandungan gizi yang baik.
Sebagai optimalisasi budidaya melon pada greenhouse, diperlukan model bisnis
yang memperhatikan faktor lingkungan. Pemerintah Indonesia memiliki komitmen
atas kepedulian lingkungan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dengan
pengaplikasian Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan analisis inventori, mengkaji dampak, serta menentukan skenario model
bisnis optimal yang berfokus pada faktor lingkungan Triple Layer Business Model
lRecipe 2016 Midpoint Hierarchy untuk melakukan pengkajian dampak pada
software SimaPro. Sebagai standar LCA di Indonesia, penelitian ini mengacu pada
SNI ISO 14040:2016 dan 14044:2017. Kategori dampak yang dianalisis yaitu
Global Warming Potential (GWP), Stratospheric Ozone Depletion (SOD),
Terrestrial Acidification (TAC), Freshwater Eutrophication (FEU), Terrestrial
Ecotoxicity (TEC), dan Human Carcinogenic Toxicity (HCT). Dampak lingkungan
yang dihasilkan per kilogram melon yaitu GWP sebesar 2,137 kg CO2 eq; SOD
sebesar 0,39×10-5
kg CFC-11 eq; TAC sebesar 3,93×10-3
kg SO2 eq; FEU sebesar
0,44×10-3
kg P eq; TEC sebesar 4,62 kg 1,4-DCB; dan HCT sebesar 0,13 kg 1,4-
DCB dengan proses persiapan media tanam dan proses penanaman sebagai
kontributor terbesar. Analisis sensitivitas menunjukkan skenario jarak dan
pengolahan sekam menghasilkan penurunan dampak lingkungan. Untuk
menghasilkan model bisnis alternatif yang optimal, dilakukan penambahan strategi
pada beberapa blok kanvas model bisnis faktor lingkungan antara lain functional
value, end-of-life, supplies and out-sourcing, environmental impacts serta
environmental benefits.
