Show simple item record

dc.contributor.advisorRaswin, Muhammad M.
dc.contributor.advisorZairin, Muhammad
dc.contributor.authorNorfirdaus, Anas
dc.date.accessioned2024-05-17T08:08:40Z
dc.date.available2024-05-17T08:08:40Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150438
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perendaman embrio di dalam larutan hormon tiroksin dengan kadar yang berbeda terhadap perkembangan dan kelangsungan hidup larva ikan betutu. Larva berasal dari induk yang dipijahkan secara alami di kolam pemijahan. Larva yang telah berumur sehari direndam di dalam larutan hormon L-tiroksin (CHINNO.5H₂O) dengan kadar 0, 0,001, 0,01, 0,1, dan 1 ppm di dalam akuarium berukuran 25X25X25 cm³ selama satu jam. Kemudian diangkat dan dipelihara dalam akuarium yang berukuran 20X20X20 cm³ dengan kepadatan dua ratus ekor larva setiap akuarium. Pada masa pemeliharaan dilakukan penyifonan setiap hari dengan hati-hati supaya tidak ada larva yang terbawa. larva diberi makan rotifera setelah berumur dua hari. Aerasi diatur supaya tidak terlalu kuat yang menyebabkan goncangan yang mengganggu larva ikan betutu, atau tidak terlalu lemah yang menyebabkan suplai oksigen mencukupi. Pengamatan terhadap larva ikan betutu akibat pemberian tiroksin meliputi perkembangan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup. Pengamatan perkembangan larva meliputi pembentukan bintik mata, gelembung renang, dan pigmentasi. Pigmentasi didefinisikan sebagai timbulnya bintik hitam pada batang ekor dan selanjutnya akan menyebar ke seluruh tubuh. Pertumbuhan meliputi panjang larva. sedangkan kelangsungan hidup meliputi jumlah larva yang masih bertahan hidup sampai akhir masa pemeliharaan dibagi dengan jumlah larva pada awal perlakuan. Pemberian tiroksin mempercepat terbentuknya bintik mata, gelembung renang. pigmentasi, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva ikan betutu. Bintik mata. gelembung renang, dan pigmentasi terbentuk lebih cepat pada larva ikan betutu yang diberi tiroksin dengan kadar 1 ppm, yaitu enam jam setelah perlakuan. Gelembung renang terbentuk terbentuk dua belas jam setelah perlakuan dan pigmentasi terbentuk dua belas jam setelah perlakuan. Pertumbuhan terbaik pada kadar 0,1 ppm, sedangkan kelangsungan hidup tertinggi pada kadar 1 ppm, tetapi terjadi gejala abnormal seperti kerusakan jaringan, tulang punggung yang bengkok dan larva tumbuh lambat (larva kuntet).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh perendaman di dalam larutan hormon tiroksin terhadap perkembangan dan kelangsungan hidup larva ikan betutu, ozyeleotris marmorata (Blkr.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record