Show simple item record

dc.contributor.advisorZairin, Muhammad
dc.contributor.advisorRaswin, M.M.
dc.contributor.authorHermiyati
dc.date.accessioned2024-05-17T08:02:46Z
dc.date.available2024-05-17T08:02:46Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150431
dc.description.abstractIkan mas betina mempunyai pertumbuhan 5% - 10% lebih cepat daripada ikan mas jantan. Sehingga petani kadang- kadang menginginkan pemeliharaan ikan semua berjenis kelamin betina. Sehubungan dengan hal tersebut, maka berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan ikan berjenis kelamin betina. Di antaranya adalah manipulasi kelamin (sex reversal). Manipulasi ini dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara tidak langsung adalah dengan membuat tetua jantan fungsional, yang bergenotif XX. Kalau sperma ikan hasil manipulasi kelamin ini digunakan untuk membuahi telur maka akan dihasilkan keturunan 100% betina. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis hormon 17a-metiltestosteron terhadap nisbah kelamin ikan mas (Cyprinus carpio) kalau perendaman dilakukan pada embrio. Percobaan dilakukan di Laboratorium Pengembangbiakan dan Genetika Ikan, kolam Percobaan lama Babakan Darmaga, dari pertengahan April sampai awal Agustus 1996. Telah dilaksanakan enam perlakuan dan satu kontrol, dengan masing-masing tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah perbedaan dosis hormon, yaitu 5 mg/1, 10 mg/1, 15 mg/1, 20 mg/1, 25 mg/1 dan 30 mg/1 terhadap embrio ikan mas selama 6 jam. Setelah ikan dapat diperiksa gonadnya, dilakukan analisa gonad. Ikan uji yang digunakan adalah tetua jantan dan betina normal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh dosis hormon 17a-metiltestosteron yang diberikan pada embrio terhadap nisbah kelamin ikan mas(cyprinus carpio L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record