| dc.description.abstract | Sawahlunto terkenal dengan pertambangan batubara. Salah satu pelaku
usaha tambang batubara adalah PT Allied Indo Coaljaya (PT AIC). Kegiatan
penambangan batubara menyebabkan perubahan tutupan lahan. Perubahan tutupan
lahan dapat dilihat dengan cara penginderaan jarak jauh. Metode klasifikasi tutupan
lahan dilakukan menggunakan klasifikasi terbimbing yang kemudian dilakukan
analisis perubahan tutupan lahan dengan cara membandingkan hasil klasifikasi citra
landsat 8 tahun 2016 dan 2021 untuk menduga keberhasilan reklamasi PT AIC.
Klasifikasi tutupan lahan menghasilkan 4 kelas tutupan lahan berupa badan air,
pertambangan, hutan lahan kering sekunder dan semak belukar. Selama 5 tahun
(2016-2021) luas setiap tutupan lahan PT AIC mengalami perubahan. Tutupan
lahan semak belukar bertambah seluas 12,27 ha, sedangkan tutupan lahan hutan
lahan kering sekunder, pertambangan dan badan air mengalami penurunan masing masing 0,47 ha, 5,73 ha dan 6,07 ha. PT AIC telah melakukan reklamasi hutan
mulai dari penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi dan
pemeliharaan tanaman. Tim Penilaian Tingkat Provinsi menyatakan areal reklamasi
seluas 215 ha berhasil pada kawasan hutan produksi dan area penggunaan lain
dengan nilai 83. | id |
| dc.description.abstract | Sawahlunto is renowned for its coal mining industry. One of the players in
the coal mining business is PT Allied Indo Coaljaya (PT AIC). Coal mining
activities have led to changes in land cover. These changes can be observed through
remote sensing. Land cover classification methods are employed, utilizing guided
classification, followed by an analysis of land cover changes by comparing the
classification results of Landsat 8 images from 2016 and 2021 to assess the success
of PT AIC's reclamation efforts. The land cover classification yields four classes:
water bodies, mining areas, secondary dryland forests, and shrublands. Over a span
of 5 years (2016-2021), the extent of each land cover class managed by PT AIC has
undergone changes. Shrubland cover has increased by 12.27 hectares, while
secondary dryland forest, mining areas, and water bodies have experienced
decreases of 0.47 hectares, 5.73 hectares, and 6.07 hectares, respectively. PT AIC
has conducted forest reclamation activities, including land management, erosion
and sedimentation control, revegetation, and plant maintenance. The Provincial
Assessment Team has declared that a reclaimed area of 215 hectares, within
production forest zones and other designated areas, has been successfully
rehabilitated with a score of 83. | id |