| dc.description.abstract | Efek perkembangan penduduk menimbulkan berbagai masalah dan perlu pemikiran serius untuk dapat menjamin kesejahteraannya. Dibidang pertanian, salah satu pemikiran yang diperlukan adalah meningkatkan pemanfaatan sumber da ya air untuk meningkatkan produksi bahan pangan. Selain itu, untuk pemerataan pendapatan petani perlu pemikiran pembagian air irigasi yang merata diantara petani pemakai air tersebut.
Sesuai dengan kontek tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendapatkan rumusan alokasi air irigasi di daerah irigasi Kebonongan, sehingga sumber air yang ada dapat di manfaatkan secara maksimum dengan pola tanam yang sesuai.
Alokasi air irigasi optimal ditentukan melalui distribusi pola tanam optimal.
Dari hasil pengamatan di lapang dan perhitungan-perhitungan diketahui, luas baku irigasi daerah irigasi Kebonongan 2.229,8 Ha; sesuai dengan penyaluran air dari saluran induk, daerah ini dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian daerah dengan luas masing-masing 1.010,8 Ha; 624,8 Ha dan 594,2 Ha.
Air irigasi tersedia dihitung dengan analisa frekwensi menurut sebaran log Pearson tipe III, pada tingkat kepercayaan 80 persen, setiap bulan rata-rata berkisar antara 2.046-2.462 1/dt; pada tingkat kepercayaan 50 persen berkisar antara 2.224-2.558 1/dt. Efisiensi penyaluran air masing-masing bagian daerah rata-rata 72,3 persen; 76,3 persen dan 88,9 persen. | id |