Mempelajari kebutuhan enersi manusia dalam mengolah tanah dengan cangkul pada kondisi tanah yang berbeda
View/ Open
Date
1981Author
Sigit, Arry Ardanta
Djojomartono, Moeljarno
Kusen
Metadata
Show full item recordAbstract
Untuk merealisasikan tujuan mekanisasi pertanian yaitu mempertinggi efisiensi tenaga manusia serta meningkatkan derajat dan taraf hidup petani, maka tenaga petani yang tersedia perlu dikelola sebaik-baiknya.
Hopfen menyatakan bahwa alat-alat tradisional masih akan tetap dipergunakan untuk jangka waktu panjang (Kusen, 1978), oleh karenanya studi yang mendalam mengenai alat-alat tersebut perlu dikembangkan agar dapat di- capai efisiensi kerja yang tinggi disamping keselamatan dan kenyamanan dalam bekerja tetap terjamin.
Tubuh manusia sering diibaratkan sebagai sebuah mesin, dimana aktifitas kerjanya merupakan koordinasi yang sebaik-baiknya dari indera (mata, telinga, perasa dan sebagainya), otak, susunan syaraf, otot, jantung dan lain-lain (Suma'mur, 1967). Astrand dan Rodahl (1971) menyatakan bahwa metabolisme dalam tubuh yang akan menghasilkan enersi, senantiasa memerlukan oksigen (02) sebagai bahan pembakar; oleh sebab itu besar enersi yang dikeluarkan seseorang dalam melakukan suatu kegiatan dapat diduga dari jumlah oksigen yang dikonsumsi orang itu
selama kegiatan tersebut dilakukan.
