Show simple item record

dc.contributor.advisorSutrisno
dc.contributor.authorTrinurasih, Siti
dc.date.accessioned2024-05-14T03:00:49Z
dc.date.available2024-05-14T03:00:49Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149546
dc.description.abstractBelimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan salah satu buah eksotik tropis yang banyak tumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia. Buah belimbing memiliki bentuk dan rasa yang unik sehingga banyak digemari oleh konsumen di dalam negeri maupun luar negeri. Permintaan akan buah belimbing terus meningkat setiap tahun, sebesar 6.1% pada tahun 2000, 6.5% pada tahun 2005, 6.8% pada tahun 2010 serta diperkirakan akan mencapai 8.9% pada tahun 2015. Produktivitas buah belimbing sendiri juga meningkat, dengan rata-rata produktivitas setiap tahunnya yaitu sebesar 67078 ton. Dengan potensi tersebut, belimbing dapat ditetapkan sebagai komoditas buah unggulan nasional. Secara umum, produksi belimbing manis saat ini masih digunakan untuk memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri saja. Salah satu kendala ekspor yang dihadapi diantaranya tingginya serangan hama/lalat buah sehingga mengakibatkan banyak buah tidak lolos dalam proses karantina. Selain itu, masalah penanganan pascapanen juga harus menjadi perhatian karena buahbuahan khususnya belimbing manis merupakan komoditas yang mudah rusak (perishable) baik kerusakan mekanis, fisiologis maupun mikrobiologis. Perlakuan panas menjadi alternatif utama untuk mengendalikan lalat buah. Metode yang digunakan adalah hot water treatment (HWT) dengan kelebihan bahwa media air memiliki laju pemanasan yang lebih tinggi daripada penggunaan uap panas sehingga lebih efektif sebagai medium perpindahan panas karena nilai konduktivitas air yang lebih tinggi. Selain itu, dapat menghantarkan panas ke seluruh bahan secara total bukan hanya pada permukaan saja. Perlakuan HWT ini dikombinasikan dengan perendaman dalam larutan kalsium CaCl2. Masing-masing teknologi terapan tersebut secara terpisah telah terbukti secara signifikan dapat mengatasi permasalahan penyakit pascapanen pada buah-buahan untuk aplikasi HWT dan meningkatkan mutu serta melindungi dari kerusakan baik kerusakan mekanis, fisiologis, maupun mikrobiologis untuk aplikasi perendaman dalam larutan CaCl2. Oleh karena itu diharapkan dengan teknologi ini permasalahan di atas dapat diatasi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan hot water treatment dan perendaman dalam larutan CaCl2 terhadap perubahan mutu buah belimbing selama penyimpanan berdasarkan parameter laju respirasi, susut bobot, warna kulit buah, warna daging buah, total padatan terlarut, kekerasan, kadar air dan mengamati tingkat penerimaan panelis terhadap perubahan mutu buah belimbing akibat perlakuan hot water treatment (HWT) dan perendaman dalam larutan CaCl2 selama penyimpanan serta menentukan umur simpan buah belimbing akibat kombinasi perlakuan hot water treatment (HWT) dan perendaman dalam larutan CaCl2. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgriculture Technologyid
dc.subject.ddcMechanical and Biosystem Engineeringid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleKombinasi perlakuan hot water treatment dan CaCl2 untuk mencegah kerusakan fisiologi buah Belimbing (Averrhoa carambola L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordStarfruitid
dc.subject.keywordHot water treatmentid
dc.subject.keywordCaCl2id
dc.subject.keywordPanelistid
dc.subject.keywordFungiid
dc.subject.keywordPsychological damageid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record