Pengaruh Cara Penyadapan Dan Pemberian Larutan Asam Sulfat Terhadap Produksi Getah Agathis loranthifolia Salisb. Di Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyu Mas Timur Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
View/ Open
Date
1989Author
Mujahid, Abdullah
Karnasastra, Tjetjep Ukman
Gani, Darwin S
Metadata
Show full item recordAbstract
Hutan Agathis di Indonesia merupakan salah satu sumberdaya alam yang berpotensi, selain menghasilkan kayu juga menghasilkan getah yang disebut kopal.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh cara penyadapan dan pemberian larutan asam sulfat terhadap produksi getah Agathis loranthifolia Salisb.
Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan fak- torial acak lengkap 2 x 3 yang terdiri dari Faktor A (cara penyadapan) ada dua cara, yaitu cara penyadapan Metode Koakan dan cara penyadapan Metode Setengah Riil dan Faktor B (pemberian larutan asam sulfat) terdiri dari tiga tingkat konsentrasi yaitu 0%, 15%, dan 25%. Satuan contoh dalam penelitian ini adalah individu pohon dengan ulangan 10 kali masing-masing terdiri dari 10 kali pembaharuan luka sadap.
Cara penyadapan koakan relatif lebih mudah, praktis, tidak perlu diulang dan penyadap umumnya sudah terampil. Sedangkan cara penyadapan setengah riil lebih sukar, kurang praktis, perlu pengulangan dan penyadap belum terampil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor cara penya- dapan memberikan pengaruh terhadap hasil getah Agathis loranthifolia Salisb., sedangkan faktor pemberian larutan asam sulfat dan interaksi antar faktor tidak memberikan pengaruh terhadap produksi getah,
Produksi terbesar dihasilkan olah kombinasi perlaku- an cara penyadapan koakan dan pemberian larutan asan sulfat 25% yaitu sebesar 51,35 gram/pohon/30 hari. Sedang produksi terkecil dihasilkan oleh cara penyadapan setengah riil dengan tanpa pemberian larutan asam sulfat yaitu sebesar 20,20 gram/pohon/30 hari.
Collections
- UT - Forestry Products [2464]
