Show simple item record

dc.contributor.advisorSuryana, Jajang
dc.contributor.authorSembiring, Yoseph
dc.date.accessioned2024-05-13T23:57:28Z
dc.date.available2024-05-13T23:57:28Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149430
dc.description.abstractKebutuhan kayu untuk bahan bangunan maupun furnitur terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan rata-rata masyarakat. Sementara itu kemampuan hutan memproduksi kayu menurun sejalan dengan menurunnya luas dan mutu hutan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk menghasilkan bahan baku pengganti kayu yang lebih menjamin terpenuhinya bahan baku kayu untuk penggunaan di masyarakat. Salah satu bahan yang dapat mensubstitusi kayu adalah bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan rendaman terhadap sifat fisis dan mekanis papan parquet dan menganalisis kesesuaian produk papan parquet yang dihasilkan dengan standar SNI atau JAS 233:2003. Penelitian ini menggunakan bambu betung dan menggunakan perekat berupa Epoxy, Isocyanate dan Melamine Formaldehyde. Perlakuan rendaman yang dilakukan berupa rendaman air panas, air dingin dan air kapur. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor (jenis perekat dan jenis rendaman), masing-masing dengan tiga ulangan. Produk yang dihasilkan berupa bambu lapis dengan tiga lapisan. Pengujian produk meliputi sifat fisis dan mekanis. Sifat fisis papan parquet meliputi kadar air berkisar antara 5,46% - 9,70%, kerapatan berkisar antara 0,78 g/cm3 - 0,95 g/cm3, pengembangan tebal berkisar antara 5,49% - 12,76% dan daya serap air berkisar antara 23,27% - 36,88%. Sedangkan sifat mekanis bambu lapis meliputi nilai MOE sejajar serat berkisar antara 10460,682 kgf/cm² - 337665,415 kgf/cm², MOE tegak lurus serat berkisar antara 36320,60 kgf/cm² - 114873,95 kgf/cm², nilai MOR sejajar serat berkisar antara 498,98 kgf/cm² - 1301,41 kgf/cm², nilai MOR tegak lurus serat berkisar antara 264,94 kgf/cm² - 1297,31 kgf/cm², nilai keteguhan rekat tegak lurus serat berkisar antara 9,08 kgf/cm2 - 16,12 kgf/cm2, nilai keteguhan rekat sejajar serat berkisar antara 11,38 kgf/cm2 - 19,86 kgf/cm2 dan nilai kekerasan sejajar serat berkisar antara 600 kgf/cm2 - 1768 kgf/cm2. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan rendaman menurunkan keteguhan lentur dan keteguhan patah, tetapi meningkatkan kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal papan parquet. Papan parquet terbaik yang dihasilkan berdasarkan scoring terdapat pada parquet dengan perlakuan rendaman air kapur dengan perekat Melamin Formaldehida. Pemanfaatan bambu untuk papan parquet sangat memungkinkan sehingga bambu betung dapat mensubstitusi kayu yang jumlahnya semakin berkurang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcForestry Productsid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleSifat fisis dan mekanis parquet dari bambu Betung (Dendrocalamus asper (Schult.F) Backer ex Heyne) dengan perekat Epoxy, Isocyanate dan Melamine Formaldehydeid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBamboo Betungid
dc.subject.keywordParquetid
dc.subject.keywordEpoxyid
dc.subject.keywordIsocyanateid
dc.subject.keywordMelamine Formaldehydeid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record