Sifat fisis dan mekanis parquet dari bambu Betung (Dendrocalamus asper (Schult.F) Backer ex Heyne) dengan perekat Epoxy, Isocyanate dan Melamine Formaldehyde
Abstract
Kebutuhan kayu untuk bahan bangunan maupun furnitur terus meningkat
bersamaan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan rata-rata
masyarakat. Sementara itu kemampuan hutan memproduksi kayu menurun sejalan
dengan menurunnya luas dan mutu hutan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya
untuk menghasilkan bahan baku pengganti kayu yang lebih menjamin
terpenuhinya bahan baku kayu untuk penggunaan di masyarakat. Salah satu bahan
yang dapat mensubstitusi kayu adalah bambu. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh perlakuan rendaman terhadap sifat fisis dan mekanis papan
parquet dan menganalisis kesesuaian produk papan parquet yang dihasilkan
dengan standar SNI atau JAS 233:2003.
Penelitian ini menggunakan bambu betung dan menggunakan perekat
berupa Epoxy, Isocyanate dan Melamine Formaldehyde. Perlakuan rendaman
yang dilakukan berupa rendaman air panas, air dingin dan air kapur. Analisis data
menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor (jenis perekat
dan jenis rendaman), masing-masing dengan tiga ulangan. Produk yang dihasilkan
berupa bambu lapis dengan tiga lapisan. Pengujian produk meliputi sifat fisis dan
mekanis.
Sifat fisis papan parquet meliputi kadar air berkisar antara 5,46% - 9,70%,
kerapatan berkisar antara 0,78 g/cm3 - 0,95 g/cm3, pengembangan tebal berkisar
antara 5,49% - 12,76% dan daya serap air berkisar antara 23,27% - 36,88%.
Sedangkan sifat mekanis bambu lapis meliputi nilai MOE sejajar serat berkisar
antara 10460,682 kgf/cm² - 337665,415 kgf/cm², MOE tegak lurus serat berkisar
antara 36320,60 kgf/cm² - 114873,95 kgf/cm², nilai MOR sejajar serat berkisar
antara 498,98 kgf/cm² - 1301,41 kgf/cm², nilai MOR tegak lurus serat berkisar
antara 264,94 kgf/cm² - 1297,31 kgf/cm², nilai keteguhan rekat tegak lurus serat
berkisar antara 9,08 kgf/cm2 - 16,12 kgf/cm2, nilai keteguhan rekat sejajar serat
berkisar antara 11,38 kgf/cm2 - 19,86 kgf/cm2 dan nilai kekerasan sejajar serat
berkisar antara 600 kgf/cm2 - 1768 kgf/cm2.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan
rendaman menurunkan keteguhan lentur dan keteguhan patah, tetapi
meningkatkan kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal papan parquet.
Papan parquet terbaik yang dihasilkan berdasarkan scoring terdapat pada parquet
dengan perlakuan rendaman air kapur dengan perekat Melamin Formaldehida.
Pemanfaatan bambu untuk papan parquet sangat memungkinkan sehingga bambu
betung dapat mensubstitusi kayu yang jumlahnya semakin berkurang.
Collections
- UT - Forestry Products [2464]
