View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh lama waktu kejutan panas terhadap tingkat kelangsungan hidup embrio dan larva ikan patin (Pangasius hypophthalmus Sauvage)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (7.565Mb)
      Date
      1999
      Author
      Darojat, Agus
      Carman, Odang
      Arfah, Harton
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ikan patin atau jambal siam atau pangasius (Pangasius hypophthalmus S.) merupakan jenis catfish yang telah dapat dibudidayakan dan dipijahkan secara induce breeding. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perlu dilakukan agar mempunyai nilai tambah yang lebih sebagai komoditas budidaya. Salah satunya melalui rekayasa kromosom (ploidi) dalam hal ini triploidisasi. salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses triploidisasi yaitu lama waktu kejutan suhu yang tidak menyebabkan kematian total (lethal) tetapi berada dalam keadaan yang mendekati lethal (sublethal). Tujuan percobaan ini adalah mempelajari pengaruh lama waktu kejutan panas (0,5; 1; 1,5; 2 dan 2,5 menit) terhadap tingkat kelangsungan hidup embrio dan larva ikan patin (Pangasius hypophthalmus S.). Percobaan ini dilakukan pada bulan November sampai Desember 1998, bertempat di Laboratorium Pengembangbiakan dan Genetika Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Telur ikan patin diperoleh dengan cara mengurut bagian perut ke arah urogenital (stripping) setelah sebelumnya disuntuk dengan ekstrak kelenjar hipofisa ikan mas dengan dosisi sebanyak 4 dosis. Penyuntikan dilakukan dua tahap; tahap pertama disuntik sepertiga dari dosis. setelah 6-8 jam dilakukan penyuntikan ke dua sebanyak dua pertiga dari dosis. Adapun induk jantan tidak dilakukan penyuntikan....
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149285
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2460]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository