View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Inventarisasi kualitas kayu untuk menduga nilai pohon meranti merah lempung (Shorea parvifolia Dyer.) berdasarkan pendekatan distribusi volume : Studi kasus di areal HPH PT. International Timber Corporation Indonesia(ITCI), Kenangan, Kalimantan Timur

      Thumbnail
      View/Open
      full text (15.38Mb)
      Date
      1996
      Author
      Hidayat, Didiet Widhy
      Rusolono, Teddy
      Hariadi K.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sejak diterbitkannya Undang-Undang Pokok Kehutanan Nomor 5 tahun 1967, pengusahaan hutan alam di luar Jawa berkembang amat pesat melalui sistem HPΗ. Melalui sistem ini, pendapatan pemerintah (government revenue) yang diperoleh dari pengusahaan hutan alam mulai memainkan peranan penting dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. Kini sumbangan sektor kehutanan telah menduduki posisi kedua setelah minyak dan gas bumi sebagai sumber pendapatan nasional. Namun timbul pertanyaan, apakah dengan pendapatan yang diperoleh oleh pemerintah (sebagai pemilik hutan) sekarang ini dari berbagai pungutan hasil hutan tersebut telah memadai sesuai nilai ekonomi hutan yang telah ditebang? Beberapa pengamat kehutanan menyatakan bahwa hasil pungutan dari pengusahaan kayu bulat diperkirakan masih terlalu rendah dibandingkan potensinya. Seorang profesor bahkan menggambarkan bahwa pendapatan dari usaha tebangan kayu bulat yang hilang pada tahun 1991 saja mencapai 1 trilyun. Bahkan dengan memperhitungkan harga semu (shadow price) kayu bulat dalam negeri, penghasilan yang hilang terse- but dapat mecapai 2 kali lipatnya (Handadhari, 1992). Benarkah demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pengetahuan tentang besarnya potensi kayu yang ada dalam suatu tegakan hutan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, beserta nilai pohon (rupiah) tersebut, sangatlah diperlukan agar dapat ditetapkan besarnya pungutan atas hasil hutan yang sesuai, obyektif dan dapat dipertanggungja- wabkan serta dapat menjamin dan mendorong pemanfaatan hutan yang progresif, optimal dan lestari. Salah satu cara menyediakan informasi yang obyektif dan akurat mengenai potensi hutan alam Indonesia tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan inventa- risasi hutan melalui metode inventarisasi kualitas pohon berdiri seperti yang diusul- kan oleh FAO tahun 1967. Dalam metode ini, pengukuran tidak hanya dilakukan untuk mengetahui massa kayu saja, tetapi juga telah memasukkan unsur penilaian kualitas dalam teknik inventarisasinya. FAO (1967) yang dikutip Husch (1971) mendefinisikan inventarisasi kualitas pohon sebagai metode dalam inventarisasi hutan untuk menaksir secara obyektif...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149261
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository