| dc.description.abstract | Pengusahaan hutan di Indonesia telah menerapkan sistem silvikultur Tebang Pilih Indonesia (TPI) dan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), yang secara teoritis bisa menjamin kelestarian produksi dari hutan alam. Namun dalam pelaksanaannya terjadi kerusakan tegakan dan kerusakan areal yang tidak bisa dihindarkan, yang dapat mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu.
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisa tingkat kerusakan tegakan tinggal dan mempelajari keadaan struktur dan komposisi tegakan hutan sebelum dan setelah pemanenan kayu secara mekanis.
Penelitian dilaksanakan di areal HPH PT Kiani Lestari, Kalimantan Timur. Pengamatan dilakukan pada 4 plot contoh berukuran 100 m x 100 m (1 Ha), masing-masing diletakkan pada kelerengan berbeda, yaitu plot 1 (15 25%), plot (25% ke atas), plot 3 (0 15%), dan plot 4 (kontrol). 2
Prosedur penelitian yang dilaksanakan meliputi menetapkan plot contoh, memetakan penyebaran pohon berdiameter 10 cm ke atas, mencatat kerusakan tegakan tinggal, pengukuran luas keterbukaan tegakan/tanah, dan menganalisa vegetasi tegakan. | id |