Show simple item record

dc.contributor.advisorSoerianegara, Ishemat
dc.contributor.advisorUmboh, M. Irene J.
dc.contributor.authorNurudin
dc.date.accessioned2024-05-02T03:50:21Z
dc.date.available2024-05-02T03:50:21Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148145
dc.description.abstractParaserianthes falcataria (L.) Nielsen yang mempunyai nama daerah Sengon merupakan spesies yang ditentukan untuk penanaman HTI. Permasalahan dalam budi daya Paraserianthes falcataria ini adalah karena jenis ini sangat rentan terhadap serangan hama penggerek batang (Xystrocera festiva), oleh karena itu perlu adanya hibridasi antara kultivar yang dikembangkan dengan kultivar liar untuk mendapatkan varitas yang resisten. Kelemahan dari cara hibridisasi konvensional adalah adanya incompabilitas bunga jantan dan betina Tujuan penelitian ini secara umum untuk perbanyakan massal suatu genotipe yang terseleksi maupun resisten terhadap penggerek batang Paraserianthes falcataria melalui embriogenesis somatik. Secara khusus bertujuan mendapatkan medium kalus embrional medium perkembangan sel-sel embrioid yang terbaik. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap 1 adalah induksi kalus yaitu medium dasar MS dengan perlakuan rancangan faktorial 2 faktor. Faktor A adalah jenis auksin 2,4-D dengan taraf konsentrasi 0; 0,5; 1; 2; dan 5 mg/l. Faktor B adalah jenis sitokinin BAP dan kinetin dengan taraf konsentrasi masing-masing 0; 0,5; 1; dan 2 mg/l. Tahap 2 adalah tahap perkembangan kalus/embriogenesis. Kalus dalam media induksi dipindahkan dalam medium dasar (1/2 MS) tanpa zat pengatur tumbuh setelah berumur 8 minggu. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest managementid
dc.subject.ddcTissue cultureid
dc.titleInduksi dan perkembangan kalus embrional kultur jaringan Paraserianthes falcataria (L) Nielsenid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record