| dc.description.abstract | Teknologi penginderaan jauh semakin hari semakin berkembang. Informasi
yang disajikan juga semakin lengkap dan dapat diperoleh dalam waktu yang
singkat. Penginderaan jauh optik masih merupakan salah satu pilihan
paling menarik untuk memperoleh informasi biomassa, seperti sensor baru yang
tersedia dengan resolusi spasial dan spektral halus. Estimasi biomassa yang lebih
baik dapat dilakukan jika teknik pengolahan yang cocok untuk sensor ini dapat
ditunjukkan. Berdasarkan kelebihan dan kekurangan penginderaan jauh penelitian
ini akan menduga kandungan biomassa dengan menggunakan data ALOS
AVNIR-2 dengan resolusi 10 m.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis korelasi nilai indeks
vegetasi, band asli, umur, dan tinggi dengan biomassa jati menggunakan citra
ALOS AVNIR-2 resolusi spasial 10 m; (2) Memetakan pendugaan biomassa jati
dengan model yang terpilih. Indeks vegetasi dan band asli yang terpilih dalam
penelitian ini adalah NDVI (normalised difference vegetation index), SAVI (soil
adjusted vegetation index), MSAVI (modified soil adjusted vegetation index), dan
band 3. Perhitungan biomassa dilakukan dengan menggunakan alometrik dan
konversi biomassa menggunakan koefisien BEF (Biomass Ekspansion Factor).
Pemilihan model terbaik dinilai berdasarkan parameter nilai koefisien determinasi
(R2
), nilai overall accuracy dan Kappa accuracy paling tinggi serta nilai Root
Mean Square Error (RMSE) paling rendah.
Berdasarkan analisis model yang dicobakan untuk menduga biomassa
diperoleh hasil, nilai indeks vegetasi yang paling baik digunakan dalam menduga
biomassa dengan menggunakan citra ALOS AVNIR-2 adalah NDVI dan band 3
(red). Model yang dihasilkan dengan menggunakan peubah citra saja adalah Y=
101,268 + 600,248NDVI ± 1,559red dengan koefisien determinasi (R2
) sebesar
30,10%. Model terpilih yang didapatkan setelah ditambah peubah lapangan adalah
Y= 101,809 + 1129NDVI2 ± 0,018red2
+ 0,017Umur2
(R2
) sebesar 57,00%. Hasil
uji akurasi paling baik menggunakan filtering overall accuracy terbesar sebesar
47,54% untuk biomassa yang hanya diduga dengan peubah citra, sedangkan
setelah ditambah peubah umur overall accuracy meningkat sebesar 52,45%.
Dari model yang terpilih, dapat dibuat peta sebaran biomassa adalah 1 :
20.000 untuk citra ALOS AVNIR-2 dengan resolusi 10 m. Peta sebaran biomassa
dari citra biomassa yang dipetakan dengan menggunakan filtering 7x7 lebih baik
dibandingkan dengan pemetaan menggunakan anak petak. Pemetaan
menggunakan anak petak terlihat overestimate dan cenderung terbagi dalam dua
kelas. | id |