Show simple item record

dc.contributor.advisorSuwarna, Ujang
dc.contributor.authorFebrina, Yanti
dc.date.accessioned2024-05-02T02:03:51Z
dc.date.available2024-05-02T02:03:51Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148084
dc.description.abstractHutan gambut memiliki potensi dalam penyerapan dan penyimpanan karbon. Dalam keadaan alami hutan gambut merupakan penyimpan karbon yang cukup tinggi namun apabila hutan terdegradasi maka sebagian besar karbon yang tersimpan teroksidasi menjadi CO2. Karbon yang terdapat di hutan gambut tersimpan di atas dan bawah permukaan tanah. Karbon dalam suatu komunitas hutan di atas permukaan tanah yang menjadi objek penelitian terdiri atas karbon pohon dan non pohon seperti tumbuhan bawah, semak dan herba. Penelitian ini bertujuan untuk menduga besarnya biomassa dan potensi karbon di atas permukaan tanah pada empat kondisi hutan gambut (primary forest, logged over area, secondary forest, dan degraded forest). Penelitian ini dilaksanakan di areal IUPHHK-HA PT Diamond Raya Timber, Riau pada Juni–Agustus 2011, dilanjutkan dengan pengujian sifat fisik dan kimia kayu di Laboratorium Departemen Hasil Hutan pada AgustusNovember 2011. Objek penelitian difokuskan pada empat kondisi hutan. Untuk mengetahui potensi tegakan dilakukan inventarisasi tegakan dengan teknik sampling, melalui pembuatan petak ukur masing-masing petak seluas 1 ha. Kandungan biomassa dan karbon diketahui melalui metode pengukuran langsung dengan teknik destructive sampling, kemudian sampel diuji dan dianalisis dengan metode karbonisasi. Data-data hasil penelitian kemudian dibuat persamaan allometriknya dengan metode regresi. Potensi biomassa dan karbon di atas permukaan tanah berdasarkan bentuk tumbuhan non pohon pada setiap kondisi hutan secara berturut-turut mulai dari yang tertinggi sampai terendah adalah kondisi primary forest, degraded forest, secondary forest, dan LOA. Potensi biomassa dan karbon berdasarkan tingkat pertumbuhan pohon secara berturut-turut adalah primary forest, LOA, secondary forest dan degraded forest. Rata-rata potensi biomassa berdasarkan bentuk tumbuhan non pohon sebesar 13.95 ton/ha. Rata-rata potensi biomassa tingkat pertumbuhan sebesar 112.33 ton/ha yang meliputi primary forest sebesar 177.45 ton/ha, LOA sebesar 136.36 ton/ha, secondary forest sebesar 133.16 ton/ha dan degraded forest sebesar 2.34 ton/ha. Sehingga total rata-rata potensi karbon di atas permukaan tanah sebesar 126.28 ton/ha. Rata-rata potensi karbon berdasarkan bentuk tumbuhan non pohon sebesar 4.13 tonC/ha. Rata-rata potensi karbon tingkat pertumbuhan sebesar 65.63 tonC/ha yang meliputi primary forest sebesar 103.86 tonC/ha, LOA sebesar 79.5 tonC/ha, secondary forest sebesar 78.09 tonC/ha dan degraded forest sebesar 1.07 tonC/ha. Sehingga total rata-rata potensi karbon di atas permukaan tanah sebesar 69.76 tonC/ha.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titlePendugaan Biomassa dan Karbon di Atas Permukaan Tanah pada Empat Kondisi Hutan Gambut di Areal IUPHHK-HA PT Diamond Raya Timber, Provinsi Riauid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCarbon contentid
dc.subject.keywordCarbon potentialid
dc.subject.keywordPeat swamp forestid
dc.subject.keywordAllometricid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record