Pengujian efektifan batubara dan aspal buton dalam pencegahan serangan rayap tanah
View/ Open
Date
1990Author
Butar-butar, Edward
Husaeni, Endang A
Kasno
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu serangga perusak kayu yang terpenting adalah rayap. Dari sekian banyak jenis rayap yang paling banyak menimbulkan kerusakan adalah rayap tanah. Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa merupakan tempat hidup yang cocok bagi rayap. Menurut Direktorat Tata Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, kerusakan akibat serangan rayap pada gedung pemerintahan di Indonesia besarnya seratus milyar rupiah setiap tahun. Jumlah tersebut jelas belum meliputi kerugian pada gedung atau perumahan milik masyarakat.
Salah satu alternatif yang perlu dicoba untuk pengendalian rayap pada bagian gedung adalah metoda Khemis- mekanik (Khemek), yaitu dengan menggunakan batubara dan Aspal Buton sebagai pelindung pada lantai dasar bangunan, dengan mengusahakan agar supaya tidak ada hubungan langsung antara tanah dengan kayu bangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui "Keefektifan Batubara dan Aspal Buton dalam Pencegahan Serangan Rayap Tanah".
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dalam Acak Lengkap dengan 3
ulangan dan 9 perlakuan yaitu K : = kontrol ; BP1 = Batubara, pasir, tebal 2,5 cm; BP2 Batubara, pasir, tebal 5 cm; BK1 = Batubara, kerikil, tebal 2,5 cm; BK2 Batubara, kerikil, tebal 5 cm; AP1 = Butas, pasir, tebal 2,5 cm; AP2 = Butas, pasir, tebal 6 cm; AK1 = Butas, kerikil, tebal 2,5 cm; AK2 = Butas, kerikil, tebal 5 cm. =
Data dicatat dalam skala kategori, sedangkan uji yang digunakan untuk mengetahui kombinasi perlakuan intensitas serangan rayap tanah adalah Analisa Statistik Non Parametrik dengan Uji Friedman. ...
Collections
- UT - Forest Management [3207]
