Penelitian Angkutan Sedimen Suspensi Kaitannya Dengan Kondisi Fisik Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu
View/ Open
Date
1988Author
Sudarsari, Sri Redjeki Murni
Priyanto, aris
Metadata
Show full item recordAbstract
Fungsi dan peranan das Citarum di Jawa Barat sangat- lah vital dalam menguasai hajad hidup orang banyak. Ke- putusan Presiden nomor 21 tahun 1984 Repelita IV menyata- kan bahwa das Citarum, khususnya Citarum Hulu termasuk di- kembangkan pengelolaannya secara terpadu dan ditetapkan sebagai salah satu das super prioritas di Indonesia untuk ditangani secara intensif.
Secara awam kerusakan suatu das dapat dilihat dari keruhnya air sungai, disamping adanya indikasi berkurang- nya debit air sungai pada musim kemarau dan banjir pada musim penghujan (Ilyas, 1982). Menurut DPMA (1985), per- bandingan debit aliran maksimum dan minimum Sungai Citarum Hulu makin meningkat dari tahun 1973 sampai tahun 1981, yaitu: 51, 18, 41, 90, 59, 66, 79. Gejala lain adalah tingginya intensitas erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu untuk memantau kerusakan das, maka diperlukan suatu analisis dan evaluasi sedimentasi yang kontinyu.
Lima sub das Citarum Hulu yang dijadikan objek pene- litian adalah Cikapundung Gandok, Citarik Rancakemit, Ci- jalupang Peundeuy, Cirasea Cengkrong dan Citarum Majalaya, berturut-turut mempunyai bentuk daerah pengaliran radial, ...
