Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjoamidjojo, Soedodo
dc.contributor.advisorYanuar, M.
dc.contributor.authorPurba, Marlon Holman
dc.date.accessioned2024-04-30T05:46:46Z
dc.date.available2024-04-30T05:46:46Z
dc.date.issued1991
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147971
dc.description.abstractSetelah berhasilnya swasembada béras, pemerintah Indonesia saat ini berusaha berswasembada tanaman pangan lain, seperti meningkatkan produksi palawija. Prioritas utama tanaman meningkatkan palawija adalah tanaman kedelai. program Untuk pemerintah tersebut dan mengingat terbatasnya ketersediaan air bagi tanaman, perlu dilakukan pengelolaan air irigasi yang lebih efektif. Martin et al. (1976) menyatakan bahwa untuk tanaman kedelai terjadinya kekurangan atau mengakibatkan pertumbuhan yang buruk. kelebihan air akan Tanaman bila terja- di kelebihan air selama masa tumbuhnya menyebabkan pertum- buhan daun yang berlebihan tanpa adanya pembentukan ро- long. Sedangkan bila terjadi kekurangan air pada fase pertumbuhan vegetatif, hanya memperlambat pertumbuhan tanaman dan tidak mengurangi produksi dan kualitas polong. Respon tanaman terhadap kekurangan air dinyatakan dalam faktor respon hasil (ky). Faktor respon hasil (ky) bergu- na untuk perencanaan, desain dan pelaksanaan irigasi memperkirakan hasıl panen pada kondisi (Doorenbos dan Kassam, 1979). ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh selang pemberian air irigasi terhadap hasil dan faktor respon hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) di D.I. Glapan Timur Kabupaten Demak, Jawa Tengahid
dc.titlePengaruh selang pemberian air irigasi terhadap hasil dan faktor respon hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) di D.I. Glapan Timur Kabupaten Demak, Jawa Tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record