| dc.description.abstract | Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) adalah untuk menunjang kebutuhan industri perkayuan. Jenis-jenis yang ditanam diutamakan yang cepat tumbuh dan yang sesuai kebu- tuhan industri. Selain itu ditanam juga jenis-jenis yang lambat pertumbuhannya tetapi mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, misalnya jenis-jenis mewah.
Perum Perhutani melakukan terobosan besar dalam mengembangkan usahanya untuk meningkatkan produkivitas, pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru dengan mengurangi penanaman kelas perusahaan jati sebesar 20% ke non jati, yaitu pinus, mahoni, keruing, sengon dan jenis tanaman lainnya (Surya, 1993).
Ekspor mahoni Indonesia ke Amerika masih sangat kecil, yaitu hanya 15 ribu meter kubik. Kondisi ini keli- hatannya menguntungkan, apalagi Perum Perhutani dianggap mengelola hutan mahoni secara baik, sehingga Indonesia mempunyai prospek yang cukup baik dalam pasaran inter- nasional (Fattah, 1992).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi mutu pertumbuhan tanaman mahoni pada beberapa macam tanah.
Penelitian dilakukan pada empat lokasi di ΚΡΗ Cianjur, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat. Pada masing-masing lokasi dijumpai macam tanah yang diteliti :
(1) Tanah Grumusol pelik, petak 40 a, RPH Cipandak, BKPH Sindangbarang, Desa Kertajadi, Kec. Cidaun.
(2) Tanah Oksisol haplik, petak 17 C, RPH Kadupandak, BKPH Tanggeng, Desa Citepus, Kec. Pagelaran.... | id |