| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh sirkulasi air 13 kali, 19 kali dan 25 kali pada sistem resirkulasi, terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih udang windu.
Penelitian ini dilakukan di Proyek Pandu Tambak Inti Rakyat (PP TIR) Karawang, Jawa Barat dari tanggal 1 sampai dengan 28 April 1987.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Ketiga perlakuan tersebut berturut-turut adalah sirkulasi air 13 kali, 19 kali dan 25 kali sehari.
Pemeliharaan dilakukan dalam wadah sistem resirkulasi dasar ganda (double bottom) di tambak, dengan ukuran tiap unit percobaan 80 x 60 x 90 cm³ dan ketinggian air rata- rata 65 cm. Selama pemeliharaan udang diberi makanan buatan merek "President Feed" no. 1 dengan kadar protein 42%. Tingkat ransum harian 30% dari berat biomassa dan diberi- kan empat kali sehari. Sebagai udang uji digunakan udang windu pasca larva 19 dengan berat rata-rata 10 mg.
Frekwensi sirkulasi air 13 kali, 19 kali dan 25 kali sehari, berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan harian individu rata-rata (p 0,05) dan sangat nyata terhadap hasil panen (p 0,01). Tetapi berpengaruh sama terhadap kelang- sungan hidup udang. Nilai laju pertumbuhan harian individu rata-rata yang dicapai pada masing-masing perlakuan berturut- turut adalah 14,2476 %, 14,2112% dan 15,5484 %. Sedangkan hasil panen yang dicapai berturut-turut adalah 113,7168 gram, 126,1762 gram dan 169,8474 gram. Dan untuk nilai kelang- sungan hidup berturut-turut adalah 70,10%, 76,47% dan 76,96 %...dst | id |