| dc.description.abstract | Dalam pembangunan hutan tanaman di Perum Perhutani, telah dipilih sejumlah jenis tanaman prioritas untuk dikembangkan, yang salah satunya adalah jenis Pinus (Pinus merkusii). Jenis pohon tersebut dipilih karena selain pertumbuhannya cepat, permudaannya mudah, juga dapat memproduksi kayu dan getah.
Mengingat besarnya manfaat dari jenis pohon tersebut, maka diperlukan usaha untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksinya. Untuk itu pengelolaan yang tepat sangat diperlukan.
Kurva pertumbuhan pohon atau tegakan diperlukan sekali dalam rangka pengelolaan hutan. Dari kurva pertumbuhan ini dapat diduga potensi atau dimensi pohon seperti diameter, tinggi, peninggi, volume dan lain-lain pada saat tertentu. Dari kurva pertumbuhan dapat juga diketahui sifat-sifat pertumbuhan suatu jenis pohon atau tegakan.
Sampai saat ini metoda pengambilan data yang digunakan untuk menduga kurva pertumbuhan adalah metoda dengan plot permanen. Metoda ini dilakukan pada tegakan dengan mengukur plot permanen sampai tegakan mencapai umur tertentu atau umur tegakan pada saat ditebang. Metoda pengambilan data yang lain yang masih merupakan penelitian pendahuluan atau bersifat penjajagan adalah metoda dengan plot tidak permanen. Dengan metode plot percobaan tidak permanen, pertumbuhan tegakan diukur pada berbagai plot yang mewakili berbagai umur dari pohon muda sampai umur dewasa.
Alternatif teknik pengambilan contoh hasil pengembangan dari metode plot tidak permanen ini adalah Teknik Sampling Parsial Berulang. Menurut penelitian... | id |