| dc.description.abstract | Hutan sebagai sumberdaya alam memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Manfaat tersebut dapat berupa manfaat secara langsung, yaitu penghasil kayu, getah dan sebagainya dan manfaat tidak langsung berupa ketersediaan air, pencegahan erosi dan lain-lain.
Mengingat perannya yang sangat penting tersebut, pengelolaan hutan yang baik mutlak dibutuhkan untuk menjaga kelestariannya sehingga kesinambungan perolehan manfaatnya dapat dipertahankan.
Pengelolaan hutan yang baik harus dimulai dari perencanaan pemanfaatan hutan yang baik pula. Perencanaan yang baik ini membutuhkan informasi yang akurat tentang kondisi hutan yang diperoleh melalui kegiatan inventarisasi hutan. Sedangkan inventarisasi hutan yang ideal dilakukan dengan mengamati seluruh obyek (sensus) dan seluruh aspek yang berpengaruh. Untuk keperluan ini tentunya membutuhkan tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Dengan kombinasi penggunaan potret udara dan teknik penarikan contoh maka pelaksanaan inventarisasi hutan menjadi lebih cepat, hemat dan secara umum lebih akurat. Menurut Husch (1987) untuk maksud inventarisasi hutan, potret udara dapat memenuhi sejumlah besar informasi berharga secara cepat dan murah. Hal ini menjadi sangat bermakna pada areal-areal hutan yang luas dan tidak mudah didatangi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan elemen cluster terbaik dari segi jumlah dan bentuknya berdasarkan tingkat ketelitian yang dihasilkan dan waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan datanya.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Nopember 1996 sampai bulan Februari 1997 di dua lokasi yaitu di konsultan PT. Sarbi Moerhani Lestari untuk kegiatan perpetaannya dan di areal HPH PT. Djajanti Djaja II di Kalimantan Tengah untuk kegiatan pemeriksaan lapangannya.... | id |