View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh penyuntikan bakteri secara intraperitoneal terhadap ikan lele lokal dan ikan lele dumbo

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (12.79Mb)
      Date
      1989
      Author
      Rambe, Aulia Ridha Ichwan
      Angka, Sri Lestari
      Bastiawan, Dayat
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Aeromonas hydrophila penyebab terjadinya wabah. penyakit pada ikan lele Clarias batrachus, di Jawa (Kabata, 1985). Kasus-kasus penyakit ini sampai sekarang masih sering terjadi dalam usaha budidaya ikan lele. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian secara cermat tentang pengaruh bakteri Aeromonas hydrophila terhadap kerentanan ikan lele lokal dan dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kerentanan ikan lele lokal (Clarias batrachus) dan lele dumbo (Clarias sp.) terhadap pengaruh penyuntikan Aeromonas hydrophila secara intraperitoneal. bakteri Penelitian ini dilakukan di kolam Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Bogor, selama satu bulan. Ikan uji (lele lokal dan lele dumbo) berukuran ramoan, yaitu 7 10 cm, dengan padat penebaran sebanyak 84 ekor per kolam. Setiap kolam penelitian digunakan satu macam perlakuan. Untuk masing-masing perlakuan digunakan dua spesies ikan lele. Kolam berukuran 2.25 x 0.75 x 0.5 m³ Bakteri yang digunakan adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Dosis bakteri yang digunakan adalah A = 1.42 x 103 10 bakteri/ikan, B 1.42 x 104 bakteri/ikan, c = 1.42 x 105 bakteri/ikan, D1.42 x 10° bakteri/ikan, E 1.42 x 107 bakteri/ikan. Perubahan tingkah laku ikan dan kematian ikan diamati setiap hari selama 22 hari. Identifikasi kembali bakteri dan pengamatan kelainan tubuh ikan dilakukan pada pasca penyuntikan hari ke 2, 3, 4, 7 dan 14, dengan pengambilan contoh ikan sebanyak 3 ekor tiap perlakuan. Sebagai data penunjang diukur parameter kualitas air setiap minggu yaitu amonia, pH, oksigen terlarut, alkalinitas, CO2 bebas, nitrit dan kesadahan diukur seminggu sekali. Sedangkan analisa data dilakukan secara deskriptif. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145933
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2460]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository