View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh waktu awal kejutan panas terhadap keberhasilan ginogenesis meiotik dan mitotik pada ikan mas ( Cyprinus caprio L. )

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (10.39Mb)
      Date
      1988
      Author
      Aryani, Fitri
      Sumantadinata, Komar
      Affandi, Ridwan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ginogenesis merupakan salah satu tehnik untuk mempercepat pemurnian agar diperoleh ikan-ikan bergalur murni. Ginogenesis buatan dilakukan dengan memberikan beberapa perlakuan, antara lain penyinaran terhadap sperma dan pemberian kejutan panas. Permasalahan yang menyangkut kejutan panas diantaranya adalah waktu awal kejutan panas yang perlu dioptimasi agar keberhasilan ginogenesis tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu awal kejutan panas terhadap keberhasilan ginogenesis. Ikan yang digunakan adalah induk ikan mas betina berwarna oranye dan induk ikan mas jantan berwarna hitam. Pembuahan dilakukan dengan cara mencampurkan telur dengan sperma yang tidak diradiasi dengan sperma yang telah diradiasi, dilanjutkan dengan penebaran telur diatas 0 lempengan kaca dalam air bersuhu 25 C pada sebuah wadah plastik. Setelah pembuahan selesai, kejutan panas dilakukan dengan waktu awal kejutan yang berbeda-beda dalam air bersuhu 40 C pada sebuah stereofoam selama 2 menit. Pengamatan terhadap terhadap telur dilakukan 8 dan 50 jam setelah pembuahan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat perkembangan telur (DR) dan tingkat kelangsungan hidup embrio (SR) tertinggi terdapat pada kontrol UV dan terendah pada waktu awal kejutan panas 35 menit. Embrio Haploid mencapai persentase jumlah tertinggi pada kontrol UV, sedangkan embrio Diploid Ginogenetik dihasilkan pada pemberian kejutan panas dengan waktu awal 2,5-5 menit dan 40-45 menit setelah pembuahan. Semua embrio Diploid Ginogenetik berbentuk normal dan tidak memiliki melanophora. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa embrio Diploid Ginogenetik (meiotik dan mitotik) diperoleh dengan persentase keberhasilan yang berbeda-beda.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145926
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2460]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository