View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Langkah membentuk hutan normal pada kelas perusahaan Jati(Tectona Grandis L.f)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (12.79Mb)
      Date
      1997
      Author
      Sukondi, Agus
      Sutarahardja, Suwarno
      Hadjib, Ahmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengelolaan sumberdaya alam hutan produksi mencakup masalah eksploitasi dan pembinaan yang tujuannya mengusahakan agar penurunan daya produksi sumberdaya sebagai akibat kegiatan eksploitasi diimbangi dengan tindakan peremajaan dan pembinaan, sehingga manfaat maksimal dari sumberdaya alam itu dapat diperoleh secara terus menerus. ersty Dibidang kehutanan pengelolaannya telah menganut fungsi kelanjutan. Tetapi masalah yang dihadapi sekarang khususnya oleh Perum Perhutani adalah adanya susunan kelas umur yang cenderung lebih condong kepada tegakan yang berumur muda, hal ini dapat dilihat dari sebaran kelas umur yang berbentuk J terbalik yang berarti semakin tua tegakan, luas kelas umur cenderung berkurang (Poedjorahardjo, 1990). Menurut Sumitro (1987), tujuan klasik pengelolaan hutan yang tetap dianut hingga sekarang ini adalah mendapatkan susunan kelas umur yang masing-masing luas kelasnya proporsional dan berurutan sehingga produk tahunannya kurang lebih sama (susunan kelas umur normal), tegakannya tertata penuh (fully regulation) dan erat kaitannya dengan pengelolaan hasil yang lestari (sustained yield management). Lebih lanjut dijelaskan menormalkan tegakan jati ini bukannya tidak mungkin tetapi prosesnya panjang melibatkan beberapa dasawarsa. Panjang pendeknya proses ini tergantung kepada daur yang dipakai, keadaan susunan kelas umur yang ada dan juga kendala-kendala yang menghambat proses kenormalan hutan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk sebaran kelas umur yang mendekati kondisi normal, mencoba membandingkan metode Burns dan metode Kompromi dalam usaha pengelolaan hutan menuju terbentuknya tegakan hutan normal. Meyer, Rechnagel, Stevenson, dan Bartoo (1961), memberikan definisi hutan normal tegakan seumur adalah hutan yang mempunyai sebaran kelas umur normal, riap normal dan volume normal. Menurut Pasaribu (1975) dalam Arli (1981), suatu sebaran kelas umur (KU) dapat diukur kecondongannya dengan menggunakan ukuran skewness, untuk sebaran kelas umur yang condong ke kiri mempunyai nilai skewness...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145738
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository