| dc.description.abstract | Pendugaan pertumbuhan dari tegakan yang dikelola dan tidak dikelola merupakan hal yang sangat penting untuk perencanaan pengelolaan hutan yang baik (Davis dan Johnson, 1987). Untuk mempelajari pertumbuhan suatu jenis tegakan dapat digunakan suatu model matematik yang mampu memberi gambaran mengenai kurva pertumbuhannya. Kurva pertumbuhan dapat digunakan sebagai pedoman untuk menilai tingkat kenormalan tegakan serta untuk menduga potensi tegakan pada umur tertentu.
Namun sampai saat ini, dari sekitar 39 jenis tegakan untuk HTI (Hutan Tanaman Industri) hanya 10 jenis diantaranya yang telah diketahui kurva pertumbuhannya. Hal ini disebabkan antara lain karena kekurangefektifan metode pendugaannya yang selama ini didasarkan atas metode plot permanen, dimana dalam penerapannya metode ini memerlukan waktu pengamatan yang relatif lama (lebih dari 10 tahun). Dalam hal ini, metode plot tidak permanen dengan teknik penarikan contoh parsial berulang (Sampling with Partial Replacement) diduga dapat dipakai sebagai metode alternatif dalam pendugaan kurva pertumbuhan (Kuncahyo, 1995).
Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan metode plot tidak permanen sebagai metode alternatif dalam pendugaan kurva pertumbuhan, serta menentukan model dan kurva pertumbuhan (peninggi, tinggi, diameter, luas bidang dasar dan volume) tegakan Mahoni di wilayah Perum Perhutani Unit II Jawa Timur.
Pendugaan kurva pertumbuhan dengan metode plot tidak permanen didasarkan atas hasil pengukuran peubah pertumbuhan tegakan (peninggi, tinggi.... | id |