Show simple item record

dc.contributor.advisorHadi, Soetrisno
dc.contributor.advisorTurjaman, Maman
dc.contributor.authorHutabarat, Herny Prilda
dc.date.accessioned2024-04-05T02:39:25Z
dc.date.available2024-04-05T02:39:25Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145574
dc.description.abstractTanah-tanah kosong biasanya memiliki sifat-sifat fisik kimia tanah dan faktor biotik yang kurang menguntungkan seperti rendahnya pH, defisiensi unsur hara, kandungan air yang rendah pada bulan-bulan kering dan tingkat kompetisi biotik yang Dua pendekatan ekologis yang bisa dipakai untuk mengatasi permasalahan di atas adalah strategi pemilihan jenis pohon yang mampu hidup pada kondisi lahan yang ekstrem dan aplikasi bioteknologi yang dapat memperbaiki kondisi tanah dan mempercepat laju pertumbuhan tanaman. Di Indonesia jenis P. merkusii dikenal sebagai sebagai jenis asli yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena kegunaannya yang beragam. Untuk keberhasilan penanaman P. merkusii di lapangan, dibutuhkan bibit dengan mikoriza pada perakarannya. P. tinctorius merupakan salah satu jenis fungi ektomikoriza yang populer karena efektif membantu meningkatkan pertumbuhan pinus (Marx, 1977 diacu oleh Fakuara, 1989). Selain pemanfaatan fungi P. tinctorius untuk pertumbuhan semai P. merkusii, digunakan juga serasah P. falcataria (L) Nielsen sebagai bahan campuran media tumbuh dan fungi selulolitik T. reesei sebagai pengurai bahan organik dalam media. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest managementid
dc.subject.ddcPinaceaeid
dc.titlePengaruh Pisolithus tinctorius dan Trichoderma reesei terhadap pertumbuhan semai Pinus merkusii Jungh et.de Vriese pada media serasah Paraserianthes falcataria (L) Nielsenid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record