| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor penduga diameter batang dari hasil pengukuran diameter tajuk melalui penafsiran potret udara dari tegakan pinus di KPΗ Pekalongan Barat. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penafsiran Potret Udara Fakultas Kehutanan IPB dan di areal hutan tanaman pinus di KPH Pekalongan Barat Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah selama lima bulan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah double sampling dengan unit terkecil adalah plot berukuran 1 ha. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah diameter tajuk pohon-pohon pinus yang dominan dan kodominan dari hasil penafsiran potret udara skala 1: 20.000 dan diameter batang hasil pengukuran di lapangan. Hasil pengukuran kemudian dianalisa dengan menggunakan program minitab 8. Tiga model persamaan regresi kemudian dicobakan pada hasil penelitian tersebut. Tiga model tersebut adalah model regresi linier Y = a + bX, regresi kuadratik Y = a + bX², dan regresi eksponensial Y = k ex. Dari ketiga model yang terbentuk kemudian dicari model terbaik dengan kriteria R² (koefisien determinasi) dan R²a (koefisien determinasi terkoreksi) terbesar, S² (kuadrat tengah sisa) terkecil dan kepraktisan penggunaannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga model persamaan yang dicobakan untuk menduga hubungan diameter tajuk hasil penafsiran potret udara dan diameter batang hasil pengukuran di lapangan, layak untuk digunakan karena memenuhi syarat R² mendekati 100% (sesuai dengan kriteria Suhendang, 1990) dan sisaan yang acak dan tersebar pada selang (-2; +2) (sesuai dengan kriteria Hines dan Montgomery, 1990).
Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut di atas, maka persamaan yang paling baik untuk menduga diameter batang Pinus merkusii di KPH Pekalongan Barat adalah persamaan regresi kuadratik Y 13,6 0,000040 X². Y adalah diameter batang dan X adalah diameter tajuk hasil penafsiran potret udara skala 1: 20.000. Persamaan ini... | id |