Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjoprajitno, Soedari
dc.contributor.advisorPrihanto, Budi
dc.contributor.authorSusilo, Agus
dc.date.accessioned2024-04-05T02:36:18Z
dc.date.available2024-04-05T02:36:18Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145568
dc.description.abstractDalam upaya pengelolaan hutan secara profesional, diperlukan adanya perenca- naan secara matang dan integral. Perencanaan tersebut juga meliputi masalah jumlah kayu maksimum yang diperbolehkan untuk dieksploitasi dalam waktu tertentu (1 ta- hun) atau yang biasa disebut jatah tebang tahunan (Annual Allowable Cutting/AAC). Hal ini dimaksudkan agar jumlah tebangan yang dilakukan tidak melebihi daya dukung maksimum dari sumber daya kayu di areal tersebut. Berkaitan dengan jatah tebang tahunan ini, harus dilakukan perhitungan terhadap potensi yang ada di areal tebangan yang direncanakan. Beberapa hal yang sangat me- nentukan dalam penentuan potensi hutan tersebut adalah Faktor Bentuk dan Faktor Eksploitasi. Faktor bentuk merupakan rasio antara volume batang aktual dengan vo- lume silinder yang diameter dan tingginya sama dengan diameter setinggi dada dan tinggi pangkal tajuk bebas cabang. Sedangkan faktor eksploitasi adalah perbandingan antara bagian batang yang dimanfaatkan dengan bagian batang yang diharapkan dapat dimanfaatkan. Faktor bentuk dan faktor eksploitasi yang digunakan selama ini, terutama di HPH PT.SBA Wood Industries adalah faktor bentuk dan faktor eksploitasi yang digu- nakan secara umum untuk semua jenis yaitu sebesar 0,7 untuk faktor bentuk dan 0,8 untuk faktor eksploitasi. Penggunaan faktor bentuk dan faktor eksploitasi yang me- nyamaratakan untuk semua jenis pohon ini jelas sangat diragukan ketelitiannya. Hal ini disebabkan setiap jenis pohon memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan pohon jenis lain. Dalam penelitian ini akan dicoba ditentukan faktor bentuk dan faktor eksploitasi untuk pohon jenis terentang (Campnosperma auriculata Hk.f.). Pendekatan yang dilakukan untuk menghitung faktor eksploitasi adalah dengan membandingkan antara volume kayu yang termanfaatkan (sampai di TPK) dengan....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest managementid
dc.subject.ddcForest treesid
dc.titlePenentuan faktor eksploitasi dan model penduga volume batang jenis terentang (Campnosperma auriculata Hk.f.) di HPH PT. SBA Wood Industries, Sumatera Selatanid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record