View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Fungsi jalur hijau hutan mangrove untuk menanggulangi pencemaran di lingkungan pesisir : Studi kasus pada mintakat jalur hijau di kawasan hutan mangrove PT Bina Lestari I Riau

      Thumbnail
      View/Open
      full text (10.04Mb)
      Date
      1997
      Author
      Ridwan, Irza
      Rosalina, Upik
      Dahlan, Endes N.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Melihat beragam fungsi dan manfaat hutan mangrove dalam kaitannya dengan siklus hara dan energi, fungsi fisik, kimia dan hayati, dan keanekaragaman flora dan fauna, serta keberadaannya di kawasan pesisir yang menyebabkannya rentan terhadap pencemaran dan pengubahan status kawasan. Maka setiap usaha pengelolaan harus diarahkan bagi perlindungan situs ekoton yang unik ini, sehingga segala aspek yang mendukung perlindungan perlu terus digali dan diupayakan, salah satunya adalah aspek penelitian. Penelitian pada mintakat jalur hijau di kawasan hutan mangrove PT Bina Lestari I Riau yang dilakukan bulan Oktober 1996 sampai bulan Februari 1997 ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akumulasi logam berat Cu, Mn, dan Zn pada vegetasi mangrove dan bagian morfologi pohon, serta untuk mengetahui peran mintakat jalur hijau tersebut dalam meregulasi pencemaran oleh logam berat. Plot dan petak pengambilan contoh vegetasi, tanah, dan air dirancang dengan memperhatikan perubah-peubah jarak dari sumber pencemar dan muara sungai, letak vegetasi secara melebar dalam jalur hijau, pengaruh zonasi serta beda tanggap antar jenis pohon dalam mengakumulasi logam pencemar. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis logam berat yang paling banyak dikandung dalam vegetasi dan tanah adalah Mn diikuti Cu dan Zn, sedangkan pada contoh air adalah Zn kemudian Cu dan Mn. Tinjauan pada bagian morfologi pohon, daun mengandung logam berat paling tinggi sebesar 133,0 ppm dibandingkan batang (43,2 ppm) dan akar (40,5 ppm). Hasil ini tentunya berkaitan erat dengan fungsi bagian morfologi tersebut dalam proses fisiologis meregulasi pencemar serta sifat dan kekhasan prilaku ketiga jenis logam tersebut di lingkungannya. Hasil analisis...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145453
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository