| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan saat kejutan panas yang optimal untuk menghasilkan diploid ginogenetik mitotik.
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni sampai Oktober 1990 di Laboratorium Pengembanganbiakan Ikan Kolam Percobaan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas IPB Babakan Darmaga Bogor. Perikanan
Penelitian ini dilakukan empat kali percobaan dengan perlakuan yang sama tetapi waktu percobaan yang dan paren betina yang digunakan adalah ikan mas yang berwarna hitam. berbeda Majalaya
Perlakuan yang dibuat berupa kontrol normal (K-2N) dan hibrid (H-MT) yaitu pembuahan telur oleh sperma yang tidak diradiasi dan dilanjutkan dengan kejutan panas, kontrol UV (K-UV) yaitu pembuahan telur oleh sperma ikan tawes yang diradiasi dan tidak dilanjutkan dengan kejutan panas, serta pembuahan telur oleh sperma yang diradiasi dan dilanjutkan dengan kejutan panas 40°C pada saat awal
38, 40, 42, 44, 46 dan 48 menit setelah pembuahan. Keberhasilan ginogenesis diukur berdasarkan tingkat perkembangan telur (DR), tingkat kelangsungan hidup embrio (SR), jumlah embrio diploid (DG), jumlah embrio haploid (HS) dan tingkat kelangsungan hidup larva setelah 14 hari (SR-14). ... | id |