Show simple item record

dc.contributor.advisorZairin Jr, Muhammad
dc.contributor.advisorSumantadinata, Komar
dc.contributor.authorKholidin, Edy Barkat
dc.date.accessioned2024-04-04T02:59:40Z
dc.date.available2024-04-04T02:59:40Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145349
dc.description.abstractIkan Laga yang di Indonesia dikenal dengan sebutan ikan betta (Betta splendens Regan) disukai sebagai ikan hias karena mempunyai bentuk dan warna sirip yang indah, terutama yang berkelamin jantan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh ikan betta jantan secara massal adalah dengan memberi hormon androgen pada ikan. Hormon androgen sintetik yang sering digunakan adalah hormon 17a-metiltestosteron. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman embrio (4, 6, 8, dan 10 jam) dalam 20 mg/1 larutan hormon 17a-metiltestosteron terhadap nisbah kelamin ikan betta. Perendaman dimulai pada fase bintik mata embrio yaitu 24-30 jam setelah pembuahan. Embrio ini kemudian ditetaskan di dalam akuarium-akuarium yang telah disiapkan. Parameter uji pada percobaan ini adalah nilai persentase derajat penetasan, tingkat kelangsungan hidup larva berumur 2 minggu dan tingkat kelangsungan hidup pada akhir percobaan. Identifikasi untuk mengetahui jenis kelamin ikan betta dilakukan setelah ikan berumur 90 hari berdasarkan karakter kelamin sekunder. Hasilnya dipastikan melalui pengujian gonad dengan menggunakan teknik pewarnaan asetokarmin. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian diuji dengan menggunakan uji khi kuadrat dan uji antara dua nilai proporsi serta dijelaskan secara deskriptif. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh lama waktu perendaman embrio di dalam larutan hormon 17 alpha-metiltestosteron terhadap nisbah kelamin Ikan Betta (Betta splendens Regan)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record