Pengaruh berbagai suhu media pemeliharaan terhadap kecepatan penyerapan kuning telur, pertumbuhan, dan perkembangan awal larva Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) hasil inkubasi telur pada suhu 23 deraja Celcius
View/ Open
Date
1996Author
Yuliawati, Theresia Ratna
Sumawidjaja, Kusman
Effendi, Irzal
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan ini dilakukan untuk melihat pengaruh berbagai suhu media pemeliharaan terhadap laju penyerapan kuning telur sebagai sumber energi serta pemanfaatannya bagi pertumbuhan dan perkembangan awal larva ikan mas hasil inkubasi telur pada suhu tertentu (23°C).
Telur diperoleh dari hasil pemijahan buatan induk ikan mas yang dirangsang dengan menggunakan ekstrak kelen- jar hipofisis ikan mas dengan dosis suntik 1 : 1, kemudian telur tersebut diinkubasikan dalam media bersuhu 23°C. Larva ikan mas yang digunakan adalah larva yang baru menetas, yang selanjutnya ditebar ke lima perlakuan suhu (23, 25, 27, 29, dan 31 °C), masing-masing dengan kepa- datan 400 ekor/wadah. Larva dipelihara dalam akuarium berukuran 60x28x30 cm sampai kuning telurnya habis, tanpa pemberian pakan dari luar. Pengamatan dilakukan terhadap 10 ekor contoh larva secara mikroskopis. Pengamatan volume kuning telur dan pemantauan waktu saat mulai terja- di perkembangan awal larva dilakukan setiap 3 jam, penga- matan panjang total larva, tinggi bukaan mulut dan volume gelembung renang dilakukan setiap 6 jam, pengukuran bobot dan tingkat kelangsungan hidup dilakukan pada saat kuning telur habis. Sebagai penunjang dilakukan pengukuran fisiko-kimia air, yaitu kandungan oksigen terlarut, CO2, PH, dan amonia yang dilakukan pada awal percobaan dan saat kuning telur habis, sedang pengukuran suhu dilakukan setiap 2 jam sekali.
Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok. Data yang ada diolah dengan menggunakan analisis ragam, yang dilanjutkan dengan analisis respons untuk melihat pola kecenderungan (trend) respons dari larva terhadap perlakuan yang diberikan.
Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh hubungan yang linier antara suhu dengan laju penyerapan kuning telur, laju pertumbuhan panjang, waktu saat terjadi perkembangan awal larva, dan waktu kuning telur habis…dst
