View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan Thidiazuron untuk induksi Embriogenesis Somatik Sengon

      Thumbnail
      View/Open
      full text (16.59Mb)
      Date
      1998
      Author
      Ahmad, Alfan Gunawan
      Widowati, Arti
      Umboh, M.Irene J.
      Sulistiani, Erina
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Thidiazuron untuk menginduksi embrio somatik pada eksplan benih sengon yang masih belum masak (immature). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial pola acak lengkap dengan 3 faktor perlakuan. Faktor perlakuan pertama, adalah Tingkat Kemasakan Fisiologis (TKF) benih yang terdiri atas 3 taraf (TKF I, TKF II, TKF III). Faktor perlakuan kedua, adalah Lama Induksi (LI) yang terdiri atas 2 taraf (4 minggu dan 8 minggu). Faktor perlakuan ketiga, adalah Konsentrasi Thidiazuron yang terdiri atas 6 taraf (0,0 mg/l; 0,2 mg/l; 0,5 mg/l; 1,0 mg/1; 1,5 mg/l; dan 2,0 mg/l). Masing- masing taraf untuk setiap faktor perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Peubah yang diukur meliputi persentase eksplan terkontaminasi, persentase eksplan membentuk nodular, persentase eksplan membentuk tunas, persentase eksplan membentuk akar, persentase eksplan membentuk kalus, dan intensitas pertumbuhan nodular serta pengamatan terhadap penampang histologis nodular. Analisis data yang digunakan adalah sidik ragam dengan uji lanjut Tuckey dan analisis non parametrik Kruskal-Wallis dengan uji jarak berganda. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa metode sterilisasi yang digunakan ternyata cukup efektif, karena rata-rata kontaminasi yang terjadi hanya 7,5%. Terdapat kecenderungan semakin tua tingkat kemasakan fisiologis benih, semakin besar persentase kontaminasi yang terjadi. Ada empat tanggapan yang dapat diperoleh dari penelitian ini, yaitu pembentukan nodular (bulatan-bulatan yang merupakan indikator awal terjadinya proses embriogenesis somatik), tunas, akar, dan kalus....
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144873
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository