Studi interaksi masyarakat lokal dengan sumberdaya hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango : Studi kasus Tiga Desa di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur
Abstract
Sumberdaya hutan di taman nasional berfungsi sebagai kawasan konservasi bagi flora dan fauna di dalamnya. yang memiliki nilai khas. Di lain pihak. terdapat hubungan (relationships) dan interaksi yang bersifat ekologis, ekonomis dan kultural antara masyarakat yang tinggal di kawasan dengan sumberdaya yang ada dalam kawasan yang dilindungi tersebut (Zube, 1992).
@Hak cipta milik IPB University
Ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya hutan di taman nasional dapat dikurangi bila terdapat daerah penyangga di sekitar kawasan yang dikelola dengan baik, sehingga berfungsi sebagai kawasan alternatif dalam menyediakan hasil hutan yang diperlukan. Daerah penyangga, secara fisik juga merupakan daerah rintang yang membatasi interaksi masyarakat dengan sumberdaya hutan. Selain itu dapat pula berperan sebagai lokasi kegiatan produktif. sehingga dapat mencegah pengambilan hasil hutan di dalam kawasan taman nasional yang bertujuan sebagai sumber pendapatan
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepala rumahtangga. potensi ekonomi rumahtangga. pendapatan dan konsumsi rumah tangga masyarakat di sekitar taman nasional. kemampuan rintang kawasan sekitar taman nasional. dan mengetahui tingkat ketergantungan rumah tangga sekitar taman nasional terhadap hasil hutan yang mereka pungut.
Penelitian dilakukan pada bulan Juni Agustus 1997 terhadap masyarakat di desa-desa yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Propinsi Jawa Barat merupakan wilayah kerja Resort Gedeh. Lokasi penelitian yang dipilih terdiri 3 kampung yakni Tegallega Pasir (Desa Mekarwangi), Padakati Kulon (Desa Tegallega). dan Barutunggul (Desa Kebon Peuteuy). Semua desa tersebut secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur...
Collections
- UT - Forest Management [3207]
