Pendugaan nilai finansial kayu bulat jenis meranti bunga (Shorea leprosula Miq) berdasarkan pendekatan sebaran volume batang : Studi kasus di HPH PT. Austral Byna Kalimantan Tengah
View/ Open
Date
1998Author
Muiz, Abdul
Suhendang, Endang
Kartodihardjo, Hariadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Saat ini, kegiatan inventarisasi hutan baru memperhatikan unsur kuantitas dari kayu sedangkan kualitasnya belum diperhatikan, sehingga peruntukan pemanfaatan belum dilaksanakan dalam kegiatan inventarisasi.
Melalui inventarisasi kualitas tegakan hutan, di samping dimensi dan jenis, diperhatikan pula sifat-sifat kualitas pohon dalam tegakan seperti mata kayu, kelokan, lengkungan, luka, lapuk, dan cabang sehingga dapat diketahui kemungkinan macam pemanfaatannya untuk tujuan-tujuan tertentu.
Dengan mengetahui nilai finansial dari suatu kayu bulat maka akan mendorong terjadinya inovasi teknologi yang dapat meminimalkan limbah. Informasi dari inventarisasi kualitas kayu ini perlu diketahui untuk menyusun rencana yang dapat menjamin pemanfaatan kayu yang optimal sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model matematika yang dapat untuk menduga nilai finansial kayu bulat jenis Shorea leprosula Miq. (Meranti Bunga) berdasarkan pendekatan harga lokal dan harga internasional. Nilai finansial kayu bulat untuk pemanfaatan yang optimal diduga berkorelasi dengan beberapa sifat pohon berdiri yaitu diameter setinggi dada (D), tinggi bebas cabang (T) dengan cacat eksternal sebagai dasar peruntukan pemanfaatan, sehingga sifat-sifat tersebut dapat dipergunakan untuk menduga nilai finansial kayu bulat.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
