| dc.description.abstract | Salah satu faktor penyebab terjadinya kerusakan hutan adalah perambahan hutan dan penebangan yang tidak terkendali yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan. Untuk mengatasi masalah itu pemerintah Indonesia melakukan kegiatan HPH Bina Desa Hutan dengan prioritas desa dalam hutan, desa tepi hutan, dan desa di luar hutan, Tujuan diusahakannya HPH Bina Desa Hutan adalah untuk pengembangan sosial budaya masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana, membantu perekonomian, membentuk pertanian menetap, dan konservasi sumber daya alam.
Jenis kegiatan HPH Bina Desa Hutan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan hutan yang berbatasan dengan pemukiman adalah ditanaminya areal tersebut dengan jenis tanaman serbaguna/MPTS (Multi Purpose Tree Spesies), yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu jenis tanaman serbaguna yang dianjurkan adalah melinjo (Gnetum gnemon L).
Untuk penanaman diperlukan bibit dalam jumlah besar dan berkualitas baik, yaitu kualitas fisik, kualitas fisiologis, dan kualitas genetik.
Selama ini budidaya penanaman melinjo dengan benih mengalami kesulitan, karena waktu perkecambahan benih lama (6 bulan). Hal ini disebabkan adanya dormansi embrio benih. Oleh karena itu diperlukan pembiakan vegetatif (stek, cangkok, sambung, dan okulasi). Pembiakan vegetatif dengan stek ternyata memberikan keuntungan dibandingkan yang lainnya, yaitu cepat berbuah. | id |