View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh cendawan ektomikorhiza seclroderma columnare, scleroderma dictyosporum dan scleroderma sinnamariense terhadap pertumbuhan stek melinjo (gnetum guemon)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (14.21Mb)
      Date
      1998
      Author
      Supyani, Yani
      Supriyanto
      Pamoengkas, Prijanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu faktor penyebab terjadinya kerusakan hutan adalah perambahan hutan dan penebangan yang tidak terkendali yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan. Untuk mengatasi masalah itu pemerintah Indonesia melakukan kegiatan HPH Bina Desa Hutan dengan prioritas desa dalam hutan, desa tepi hutan, dan desa di luar hutan, Tujuan diusahakannya HPH Bina Desa Hutan adalah untuk pengembangan sosial budaya masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana, membantu perekonomian, membentuk pertanian menetap, dan konservasi sumber daya alam. Jenis kegiatan HPH Bina Desa Hutan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan hutan yang berbatasan dengan pemukiman adalah ditanaminya areal tersebut dengan jenis tanaman serbaguna/MPTS (Multi Purpose Tree Spesies), yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu jenis tanaman serbaguna yang dianjurkan adalah melinjo (Gnetum gnemon L). Untuk penanaman diperlukan bibit dalam jumlah besar dan berkualitas baik, yaitu kualitas fisik, kualitas fisiologis, dan kualitas genetik. Selama ini budidaya penanaman melinjo dengan benih mengalami kesulitan, karena waktu perkecambahan benih lama (6 bulan). Hal ini disebabkan adanya dormansi embrio benih. Oleh karena itu diperlukan pembiakan vegetatif (stek, cangkok, sambung, dan okulasi). Pembiakan vegetatif dengan stek ternyata memberikan keuntungan dibandingkan yang lainnya, yaitu cepat berbuah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144204
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository