Show simple item record

dc.contributor.advisorRusolono, Teddy
dc.contributor.advisorSimbardjo, Gandrie
dc.contributor.authorPuspasari, Dyah
dc.date.accessioned2024-03-28T03:34:46Z
dc.date.available2024-03-28T03:34:46Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144119
dc.description.abstractVolume tegakan merupakan penjumlahan seluruh volume pohon yang ada dalam suatu areal hutan. Pendugaan volume tegakan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Menurut Spurr (1952) pendugaan volume tegakan dapat dilakukan dengan menggunakan luas bidang dasar tegakan (G), rata-rata tinggi tegakan (H) dan faktor bentuk tegakan (F), sehingga volume tegakan (V) dirumuskan sebagai V G.F.H. Penerapan metode ini dalam pendugaan volume tegakan membutuhkan pengukuran dimensi-dimensi tegakan di lapangan yang secara obyektif sulit dilakukan terutama dimensi tinggi dan faktor bentuk. Pendugaan volume tegakan pada hutan tanaman yang berlaku sekarang (Perum Perhutani, 1980) berdasarkan pada volume yang ada pada tabel tegakan. Volume tegakan diperoleh dengan menggandakan volume yang ada pada tabel tegakan (pada umur dan bonita tertentu) dengan kerapatan bidang dasamya, dirumuskan sebagai V = Vt.KBD. Penggunaan tabel tegakan ini menuntut pengetahuan akan jenis dan umur tegakan, sehingga penggunaan tabel tegakan terbatas pada hutan tanaman yang dikelola secara baik. Cara lain untuk menaksir volume tegakan adalah dengan bantuan tabel volume lokal atau tabel volume standard. Berbagai metode penaksiran volume tegakan di atas biasanya digunakan untuk mengetahui massa kayu yang akan dipanen atau mengetahui volume tegakan konstruksi khusus misalnya kayu pertukangan dan kayu tebal. Untuk perencanaan pengelolaan hutan jangka panjang, dilakukan kegiatan survey pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui potensi hutan secara keseluruhan. Dalam kegiatan tersebut biasanya aspek ketelitian tidak harus tinggi, dan harus selesai dalam waktu singkat, sehingga penggunaan metode penaksiran volume tegakan seperti disebutkan di atas dirasa kurang praktis karena selain membutuhkan pengukuran dimensi tegakan, volume tegakan juga diperoleh dengan menjumlahkan seluruh volume individu pohon dalam tegakan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu Bitterlich (1958) dalam Arifin (1976) mengembangkan Tabel Faktor Tinggi Tegakan (stand form height) sebagai tabel pembantu dalam menaksir volume tegakan. Faktor tinggi tegakan merupakan fungsi hubungan antara tinggi dan faktor bentuk, sehingga volume tegakan (V) diperoleh dengan rumus: V=G (FH) dimana G adalah luas bidang dasar tegakan dan FH adalah faktor tinggi tegakan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry - Forest managementid
dc.titleStudi penyusunan Tabel Faktor Tinggi Tegakan (Stand Form Height) pada tegakan Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) di BKPH Manglayang Barat KPH Bandung Uatara Perum Perhutani Unit III Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordpinusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record