| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lesitin kedelai dengan dosis yang berbeda pada makanan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup pascalarva 20 udang windu (Penaeus monodon Fab.)
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah makanan tanpa penambahan lesitin, makanan dengan penambahan lesitin 2%, 4%, dan 6%. Udang uji yang digunakan adalah udang windu, Penaeus monodon Fab., stadia pascalarva 20 yang berasal dari satu penetasan dengan kepadatan 100 ekor/m², atau 30 ekor per wadah.
Wadah penelitian yang digunakan adalah akuarium yang berukuran 60 x 50 x 40 cm. Tiap wadah diisi air laut dengan salinitas 25 permil dan diberi aerasi. Untuk menja- ga kualitas air dilakukan penyiponan setiap hari. Pergan- tian air dilakukan 11 hari sekali sebanyak 50 70%. Makanan buatan diberikan dalam bentuk pelet yang diremahkan. Makanan diberikan dua kali sehari pada pukul 6 sore dan 2 pagi WIB pada 33 hari pertama penelitian. Pada 11 hari terakhir makanan diberikan sebanyak empat kali sehari pada pukul 6 pagi, 12 siang, 6 sore dan pukul 12 malam. Penyesuaian jumlah ransum yang diberikan dan pengu- kuran pertumbuhan dilakukan setiap sebelas hari sekali.
Parameter yang diamati selama penelitian meliputi laju pertumbuhan harian, pertambahan panjang relatif, efisiensi pemberian makanan, rasio efisiensi protein, kelangsungan hidup, kadar lemak, fosfolipid dan lipid netral tubuh udang. Parameter penunjang yang diamati adalah kualitas air yang meliputi suhu, 02 terlarut, pH, salinitas, NH3, nitrit dan CO2 bebas.
Laju pertumbuhan meningkat dengan adanya penambahan persentase lesitin kedelai. Dari hasil analisis beda nyata jujur terlihat bahwa laju pertumbuhan dan pertambahan panjang relatif tubuh udang pada perlakuan B, C, dan D adalah sama, dan ketiganya memberikan hasil yang lebih tinggi dari perlakuan A. Meskipun meningkatkan laju per- tumbuhan dan pertambahan panjang relatif, tetapi pemberian lesitin kedelai kedalam makanan buatan memberikan hasil yang sama terhadap efisiensi pemberian makanan dan rasio efisiensi protein…dst | id |