Show simple item record

dc.contributor.advisorZairin, Muhammad
dc.contributor.advisorArfah, Hamon
dc.contributor.authorSuhendar, Asep
dc.date.accessioned2024-03-27T07:41:31Z
dc.date.available2024-03-27T07:41:31Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143977
dc.description.abstractIkan bala shark yang dikenal dengan nama ikan ridik angus adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai ikan hias. Ikan bala shark merupakan salah satu dari plasma nutfah nasional yang keberadaannya sudah langka, sehingga perlu diselamatkan. Oleh karena itu untuk melestarikan ikan ini, maka metode yang tepat untuk mengembangbiakkan ikan ini harus segera dikuasai. Kendala utama yang dihadapi dalam mengembangbiakkan ikan bala shark adalah gonad ikan bala shark sulit tumbuh di dalam wadah budidaya sehingga ikan tidak bisa memijah sepanjang tahun. Untu mengatasi kendala tersebut dilakukan terapi hormon untuk merangsang proses viteiogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyutikan estradiol-178 pada dosis 0.5 mg estradiol-178/kg ikan dan 1 mg estradiol-178/kg ikan terhadap proses vitelogenesis ikan balashark. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengembangbiakkan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan IPB, Darmaga-Bogor. Waktu penelitian dimulai dari bulan Nopember sampai bulan Desember 1995. Ikan uji sebanyak 15 ekor yang ditempatkan pada tiga bak yang terpisah, masing-masing bak berisi 5 ekor; sesuai dengan perlakuan. Penyuntikan hormon dilakukan tiga kali yaitu pada hari ke-0, hari ke-4, dan terakhir pada hari ke-7. Contoh darah diambil mulai hari ke-0. hari ke-4, hari ke-7, hari ke-12 dan terakhir pada hari ke-22. Parameter yang diukur adalah konsentrasi estradiol-178 dan testosteron, kandungan vitelogenin, HSI, GSI, analisa histologi dan ukuran diameter telur. Konsentrasi estradiol-178 di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan A, menurun tajam pada hari ke-4 (2.85 ng/ml); kemudian menurun secara perlahan. Konsentrasi estradiol-178 di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan B, menunjukkan peningkatan yang tajam pada hari ke-4 (40.47 ng/ml); kemudian menurun secara tajam sampai akhir percobaan. Konsentrasi testosteron di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan A, menurunan tajam mencapai minimum pada hari ke-7 (4.31 ng/ml). Setelah itu konsentrasi testosteron ini meningkat kembali. Konsentrasi testosteron di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan B. menunjukkan penurunan yang tajam. mencapai minimum pada hari ke-7 (3.25 ng/ml). Nilai rata-rata HSI kelompok ikan perlakuan A (0.74) berada di atas rata-rata kelompok ikan kontrol (0,62), begitu juga dengan kelompok ikan perlakuan B (0,91). nilai HSI-nya secara umum berada di atas rata-rata kelompok ikan perlakuan A dan kelompok ikan kontrol…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh penyuntikan estradiol-17b pada dosis yang berbeda terhadap proses vitelogenesis ikan bala shark(Balantiocheilus melanopterus. Blkr.) betinaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record