Pengaruh penyuntikan estradiol-17b pada dosis yang berbeda terhadap proses vitelogenesis ikan bala shark(Balantiocheilus melanopterus. Blkr.) betina
View/ Open
Date
1997Author
Suhendar, Asep
Zairin, Muhammad
Arfah, Hamon
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan bala shark yang dikenal dengan nama ikan ridik angus adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai ikan hias. Ikan bala shark merupakan salah satu dari plasma nutfah nasional yang keberadaannya sudah langka, sehingga perlu diselamatkan. Oleh karena itu untuk melestarikan ikan ini, maka metode yang tepat untuk mengembangbiakkan ikan ini harus segera dikuasai.
Kendala utama yang dihadapi dalam mengembangbiakkan ikan bala shark adalah gonad ikan bala shark sulit tumbuh di dalam wadah budidaya sehingga ikan tidak bisa memijah sepanjang tahun. Untu mengatasi kendala tersebut dilakukan terapi hormon untuk merangsang proses viteiogenesis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyutikan estradiol-178 pada dosis 0.5 mg estradiol-178/kg ikan dan 1 mg estradiol-178/kg ikan terhadap proses vitelogenesis ikan balashark. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengembangbiakkan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan IPB, Darmaga-Bogor. Waktu penelitian dimulai dari bulan Nopember sampai bulan Desember 1995.
Ikan uji sebanyak 15 ekor yang ditempatkan pada tiga bak yang terpisah, masing-masing bak berisi 5 ekor; sesuai dengan perlakuan. Penyuntikan hormon dilakukan tiga kali yaitu pada hari ke-0, hari ke-4, dan terakhir pada hari ke-7. Contoh darah diambil mulai hari ke-0. hari ke-4, hari ke-7, hari ke-12 dan terakhir pada hari ke-22.
Parameter yang diukur adalah konsentrasi estradiol-178 dan testosteron, kandungan vitelogenin, HSI, GSI, analisa histologi dan ukuran diameter telur. Konsentrasi estradiol-178 di dalam plasma darah pada kelompok ikan
perlakuan A, menurun tajam pada hari ke-4 (2.85 ng/ml); kemudian menurun secara perlahan. Konsentrasi estradiol-178 di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan B, menunjukkan peningkatan yang tajam pada hari ke-4 (40.47 ng/ml); kemudian menurun secara tajam sampai akhir percobaan.
Konsentrasi testosteron di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan A, menurunan tajam mencapai minimum pada hari ke-7 (4.31 ng/ml). Setelah itu konsentrasi testosteron ini meningkat kembali. Konsentrasi testosteron di dalam plasma darah pada kelompok ikan perlakuan B. menunjukkan penurunan yang tajam. mencapai minimum pada hari ke-7 (3.25 ng/ml).
Nilai rata-rata HSI kelompok ikan perlakuan A (0.74) berada di atas rata-rata kelompok ikan kontrol (0,62), begitu juga dengan kelompok ikan perlakuan B (0,91). nilai HSI-nya secara umum berada di atas rata-rata kelompok ikan perlakuan A dan kelompok ikan kontrol…dst
