Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Iskandar Z
dc.contributor.advisorUmboh, M Irene J
dc.contributor.authorMardiningsih, Omita
dc.date.accessioned2024-03-27T02:41:21Z
dc.date.available2024-03-27T02:41:21Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143798
dc.description.abstractPerkembangan jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan semakin tingginya permintaan produk hasil hutan. Pusat Data dan Perpetaan BAPLAN tahun 2000 melaporkan baliwa total kebutuhan kayu bulat untuk industri berdasarkan kapasitas terpasangnya sebesar 58,24 juta m3/tahun, sedangkan produksi rata-ratanya hanya 25,36 juta m3 (Suharisno, 2001). Pembangunan hutan tanaman indusri (HTI) menjadi pilihan untuk mengatasi masalah pasokan kayu ke industri tersebut. Dalam membangun HTI, perlu adanya pertimbangan tentang kualitas tanaman yang akan dikembangkan. Pemilihan bahan tanaman yang baik dapat diusahakan melalui serangkaian proses seleksi sebelum jenis tersebut dapat dikembangkan. Pada proses seleksi, keragaman genetik merupakan dasar yang penting karena optimalisasi perolehan genetik terhadap sifat-sifat tertentu akan dapat dicapai bila terdapat peluang yang cukup untuk melakukan seleksi gen bagi sifat yang diinginkan. Seleksi awal dapat dilakukan dengan menggunakan penanda isoenzim untuk menduga keragaman genetik tanaman. Dengan menggunakan penanda isoenzim, pendugaan kualitas tanaman dapat dilakukan lebih teliti dan lebih dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media kultur in vitro yang terbaik untuk pertumbuhan dan perbanyakan Jabon (A. cadamba Roxb.), mengetahui variasi genetik keturunan saudara seibu (half-sib family) Jabon di areal hutan PT ITCI KU Kenangan Balikpapan Kalimantan Timur dengan menggunakan metode penanda isoenzim, dan menduga derajat penyerbukan terbuka dari pohon induk Jabon (pohon plus). Beberapa hipotesis yang akan diuji adalah penggunaan media dasar dan media induksi untuk pertumbuhan Jabon dengan penambahan penambahan beberapa jenis hormon akan mempengaruhi respon pertumbuhannya, faktor lingkungan dapat mempengaruhi variasi genetik pohon Jabon, dan kemiringan lahan dapat mempengaruhi tingkat penyerbukan terbuka (outcrossing) populasi Jabon....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest managementid
dc.subject.ddcCulture techniquesid
dc.titleTeknik kultur in vitro dan variasi genetik jabon (Anthocephalus cadamba Roxb.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record