Show simple item record

dc.contributor.advisorSumantadinata, Komar
dc.contributor.advisorZairin J.R, Muhammad
dc.contributor.authorAdilin
dc.date.accessioned2024-03-25T02:16:06Z
dc.date.available2024-03-25T02:16:06Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143147
dc.description.abstractIkan mas betina mempunyai laju pertumbuhan 10 15% lebih cepat daripada ikan mas jantan. Salah satu cara untuk memperoleh ikan-ikan yang berjenis kelamin betina dalam jumlah besar adalah dengan menyilangkan ikan betina hasil ginogenesis dengan ikan jantan hasil sex reversal. Sedangkan ikan mas jantan sex reversal dapat diperoleh dengan memberikan hormon steroid sintetis pada ikan mas betina hasil ginogenesis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli Desember 1993, bertempat di Laboratorium Pengembangbiakan Ikan, Kolam Percobaan Babakan, Darmaga, Bogor. Ikan uji yang digunakan adalah ikan mas ginogenesis berumur 13 hari. Sedangkan hormon steroid sintetis yang digunakan adalah hormon 17a-metiltestosteron. Hormon ini diberikan bersama dengan pakan dengan cara menyemprotkan hormon yang telah dilarutkan dalam alkohol teknis 70% padá pakan udang yang akan digunakan dengan dosis 100 mg/kg pakan. Pemberian pakan berhormon ini diselingi dengan pemberian pakan alami yaitu cacing rambut. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 5 perlakuan dan 1 kontrol yang berbeda dalam hal frekuensi dan selang pemberian cacing rambut. Perlakuan I mendapat pemberian pakan berhormon empat kali sehari tanpa diselingi ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh frekuensi pemberian hormon 17 alpha-metiltestosteron terhadap perubahan jenis kelamin ikan Mas (Cyprinus carpio Linn.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record